Deteksi longsor, KAI pasang inklunometer

Kamis, 29 November 2012 - 18:56 WIB
Deteksi longsor, KAI...
Deteksi longsor, KAI pasang inklunometer
A A A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berencana memasang inklunometer (alat pengukur/pemantau pergerakan tanah) di tebing tanah landasan rel KM 45+500 di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor yang terkena longsor.

Peneliti Bidang Geoteknik Tanah Fokus Mitigasi Longsor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari menjelaskan, selain inklunometer, pihaknya juga akan memasang pesometer (alat pengukur muka air tanah).

"Kita akan memasang dua inklunometer, satu di tanah tebing rel jalur I (Bogor-Jakarta) satu lagi di tanah tebing rel jalur II (Jakarta-Bogor). Sedangkan, pesometer akan dipasang di kaki lereng tebing," kata Adrin Tohari di lokasi longsor Cilebut, Bogor, Kamis (29/11/2012).

Ia menjelaskan, selain memasang alat pengukur pergerakan dan muka air tanah. Pihaknya juga akan menyarankan secara teknis agar membuat 100 tiang bor, dengan jarak masing-masing 1 meter.

"Masing-masing tiang diikat agar tidak bergerak sendiri-sendiri, agar memiliki kekuatan total bersama-sama," jelasnya.

Ia mengaku, longsor yang terjadi di Cilebut di antaranya disebabkan luapan air Kali Baru yang dangkal dan tidak berjalannya sistem drainase di sepanjang rel lokasi longsor.

"Air di drainase melimpah masuk ke dalam lereng. Kemudian terjadi peningkatan muka air tanah sehingga menimbulkan tiga mata air. Itu menunjukan mata air tanah yang sekarang lagi disuntik menggunakan pipa agar bisa disalurkan dengan benar," paparnya.

Adrin mengatakan, ketika hujan dengan volume besar maka muka air tanah naik, sehingga membuat tanah menjadi jenuh dalam timbunan sehingga mengakibat longsor.

"Mata air yang ada saat ini sudah dikontrol dengan pipa pengalir, sehingga tidak akan berperngaruh (berbahaya). Kalau tidak ada pipa, air akan naik. Dengan dipasangnya pipa, kenaikan muka air tanah dapat terminimalisir," ujarnya.
(stb)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
19 menit yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
29 menit yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
1 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
3 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
15 jam yang lalu
Infografis
Sky Dew, Balon Udara...
Sky Dew, Balon Udara Canggih Israel yang Aman Deteksi Radar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved