Kantor Demokrat Jember dilempari telor busuk
Kamis, 29 November 2012 - 17:57 WIB
Kantor Demokrat Jember dilempari telor busuk
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan kader GP Ansor dan Banser mengepung Kantor DPC Demokrat Jember, memprotes pernyataan Sutan Bhatoegana yang menuduh Gus Dur terlibat korupsi Buloggate.
Tak puas, massa GP Ansor dan Banser melempari kantor yang berlokasi di Jalan S Parman, Kecamatan Sumbersari itu dengan telur busuk dan batu.
Tidak hanya itu, kekecewaan massa juga diluapkan dengan membakar bendera Demokrat yang saat itu tengah tertancap di tiang kantor.
Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaedi yang juga kader PKB mendesak agar DPC Demokrat Jember menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin.
"Kita juga mendesak agar Demokrat Jember merekomendasikan Sutan Bathoegana dipecat dari Demokrat," tandas Ayub yang enggan dipersilakan untuk masuk Kantor Demokrat, Kamis (29/11/2012).
Dalam aksi demo itu, mereka juga menyampaikan orasi dan kecaman serta gambar buruk wajah Sutan Bathoegana. Sempat terjadi kericuhan antara GP Ansor dengan perwakilan Demokrat saat itu yakni Ketua Fraksi Demokrat Suprapto didampingi Eko Purwanto dan Rico Nurfiansyah.
"Kami minta waktu untuk bisa membahas surat rekomendasi pemecatan Sutan, sebab itu kewenangan DPP Demokrat," kata Eko.
Pendemo makin kesal dan akhirnya memberikan ultimatum 1x24 jam agar surat rekomendasi itu segera dibuat dan dikirim ke DPP Demokrat. Jika tidak, GP Ansor dan Banser mengancam dengan mengerahkan massa lebih besar lagi.
Tak puas, massa GP Ansor dan Banser melempari kantor yang berlokasi di Jalan S Parman, Kecamatan Sumbersari itu dengan telur busuk dan batu.
Tidak hanya itu, kekecewaan massa juga diluapkan dengan membakar bendera Demokrat yang saat itu tengah tertancap di tiang kantor.
Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaedi yang juga kader PKB mendesak agar DPC Demokrat Jember menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin.
"Kita juga mendesak agar Demokrat Jember merekomendasikan Sutan Bathoegana dipecat dari Demokrat," tandas Ayub yang enggan dipersilakan untuk masuk Kantor Demokrat, Kamis (29/11/2012).
Dalam aksi demo itu, mereka juga menyampaikan orasi dan kecaman serta gambar buruk wajah Sutan Bathoegana. Sempat terjadi kericuhan antara GP Ansor dengan perwakilan Demokrat saat itu yakni Ketua Fraksi Demokrat Suprapto didampingi Eko Purwanto dan Rico Nurfiansyah.
"Kami minta waktu untuk bisa membahas surat rekomendasi pemecatan Sutan, sebab itu kewenangan DPP Demokrat," kata Eko.
Pendemo makin kesal dan akhirnya memberikan ultimatum 1x24 jam agar surat rekomendasi itu segera dibuat dan dikirim ke DPP Demokrat. Jika tidak, GP Ansor dan Banser mengancam dengan mengerahkan massa lebih besar lagi.
(ysw)