Pelayanan buruk, PT KAI siap digugat
Kamis, 29 November 2012 - 11:13 WIB
Pelayanan buruk, PT KAI siap digugat
A
A
A
Sindonews.com - PT KAI siap menerima gugatan atau somasi dari Asosiasi Pengguna Kereta Api (Aspeka) yang mereka layangkan terkait buruknya pelayanan yang tidak sesuai dengan harga tiket yang diberlakukan.
Menurut Kepala Humas PT KAI DAOPS I Mateta Rijalulhaq, pihaknya akan mengizinkan segala gugatan yang disampaikan oleh Aspeka.
"Silakan itu hak dia, apa yang bisa kita lakukan akan kita lakukan. Somasi kan permintaan penuntutan, kalau bisa kita lakukan, kalau tidak bisa tidak kita lakukan," jelas Mateta kepada Sindonews di Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya pun siap membuka komunikasi dengan Aspeka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, termasuk masalah pelayanan dan tiket kereta api.
"Kita siap buka komunikasi dengan mereka, mari silakan kita komunikasi. Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan," tukasnya.
Mateta hanya menyarankan agar pengguna KRL bersabar dalam perbaikan pelayanan, karena hingga saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan.
"Perbaikan sudah kita lakukan, cuma belum sempurna. Kita tidak bisa paksakan, semuanya harus bertahap," tandasnya.
Menurut Kepala Humas PT KAI DAOPS I Mateta Rijalulhaq, pihaknya akan mengizinkan segala gugatan yang disampaikan oleh Aspeka.
"Silakan itu hak dia, apa yang bisa kita lakukan akan kita lakukan. Somasi kan permintaan penuntutan, kalau bisa kita lakukan, kalau tidak bisa tidak kita lakukan," jelas Mateta kepada Sindonews di Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya pun siap membuka komunikasi dengan Aspeka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, termasuk masalah pelayanan dan tiket kereta api.
"Kita siap buka komunikasi dengan mereka, mari silakan kita komunikasi. Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan," tukasnya.
Mateta hanya menyarankan agar pengguna KRL bersabar dalam perbaikan pelayanan, karena hingga saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan.
"Perbaikan sudah kita lakukan, cuma belum sempurna. Kita tidak bisa paksakan, semuanya harus bertahap," tandasnya.
(rsa)