Roda lepas, kereta barang anjlok
Rabu, 28 November 2012 - 20:08 WIB
Roda lepas, kereta barang anjlok
A
A
A
Sindonews.com - Gara-gara roda sebelah kiri salahsatu gerbong lepas, kereta pengangkut batu anjlok di jalur perlintasan wilayah Stasiun Kereta Api Tulungagung.
Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta dari luar daerah yang hendak masuk Tulungagung menjadi terhambat.
“Belum diketahui apa penyebab roda sebelah kiri gerbong bisa lepas dari gerbong kereta,“ ujar Humas Daerah Operasional (Daop) VII Madiun Sugianto kepada wartawan, di lokasi, Rabu (28/11/2012).
Kereta barang bernomor lokomotif CC 2039807 mengangkut batu dengan jumlah besar. Rencananya batu tersebut hendak digunakan untuk meninggikan sejumlah jalur kereta (rel) yang ada di wilayah Tulungagung.
Insiden ini membuat KA Malioboro dari arah Malang dengan tujuan Jogjakarta tertahan di stasiun Ngunut. Karena ketidakpastian evakuasi, sebanyak 92 orang penumpang dipindah dengan menggunakan bus. Para penumpang diangkut menuju stasiun Kertosono.
“Dari sana penumpang akan ikut kereta Sancaka yang datang dari arah Surabaya. Kita sudah minta dua gerbong tambahan untuk kelas eksekutif. Untuk kelas ekonomi AC kita pindah ke gerbong bisnis,“ terangnya.
Kereta anjlok juga mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta lain juga terhambat. Misalnya KA Rapih Doho dari Malang dengan tujuan Surabaya (lewat Kertosono) menurunkan penumpang di jalur selatan.
KA Rapih Doho juga bertukar penumpang dengan KA Penataran yang berjurusan sebaliknya. Perjalanan KA Gajayana dan Malabar diperkirakan juga terhambat jika proses evakuasi tidak segera berhasil dilakukan.
“Karena ini jalur KA satu-satunya, tentu ada kereta lain yang terganggu,“ paparnya.
Sementara lokomotif yang anjlok tetap tertahan di bagian selatan stasiun Tulungagung. Untuk mempermudah evakuasi, gerbong berisi muatan batu balas ditarik ke stasiun untuk diturunkan muatanya.
“Kita terus berupaya keras agar semua permasalahan bisa segera diselesaikan,“ pungkasnya.
Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta dari luar daerah yang hendak masuk Tulungagung menjadi terhambat.
“Belum diketahui apa penyebab roda sebelah kiri gerbong bisa lepas dari gerbong kereta,“ ujar Humas Daerah Operasional (Daop) VII Madiun Sugianto kepada wartawan, di lokasi, Rabu (28/11/2012).
Kereta barang bernomor lokomotif CC 2039807 mengangkut batu dengan jumlah besar. Rencananya batu tersebut hendak digunakan untuk meninggikan sejumlah jalur kereta (rel) yang ada di wilayah Tulungagung.
Insiden ini membuat KA Malioboro dari arah Malang dengan tujuan Jogjakarta tertahan di stasiun Ngunut. Karena ketidakpastian evakuasi, sebanyak 92 orang penumpang dipindah dengan menggunakan bus. Para penumpang diangkut menuju stasiun Kertosono.
“Dari sana penumpang akan ikut kereta Sancaka yang datang dari arah Surabaya. Kita sudah minta dua gerbong tambahan untuk kelas eksekutif. Untuk kelas ekonomi AC kita pindah ke gerbong bisnis,“ terangnya.
Kereta anjlok juga mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta lain juga terhambat. Misalnya KA Rapih Doho dari Malang dengan tujuan Surabaya (lewat Kertosono) menurunkan penumpang di jalur selatan.
KA Rapih Doho juga bertukar penumpang dengan KA Penataran yang berjurusan sebaliknya. Perjalanan KA Gajayana dan Malabar diperkirakan juga terhambat jika proses evakuasi tidak segera berhasil dilakukan.
“Karena ini jalur KA satu-satunya, tentu ada kereta lain yang terganggu,“ paparnya.
Sementara lokomotif yang anjlok tetap tertahan di bagian selatan stasiun Tulungagung. Untuk mempermudah evakuasi, gerbong berisi muatan batu balas ditarik ke stasiun untuk diturunkan muatanya.
“Kita terus berupaya keras agar semua permasalahan bisa segera diselesaikan,“ pungkasnya.
(ysw)