RAPBD 2013 Luwu Timur Rp779,323 M
Rabu, 28 November 2012 - 19:38 WIB
RAPBD 2013 Luwu Timur Rp779,323 M
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menganggarkan belanja langsung dan tidak langung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2013 sebesar Rp779,323 miliar.
Anggaran ini terbagi dalam belanja tidak langsung sebesar Rp345,758 miliar dan belanja langsung sebesar Rp433,835 miliar dan untuk pembiayaan sebesar Rp16,618 miliar.
Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma mengatakan, total RAPBD 2013 tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp112,338 miliar, dana perimbangan sebesar Rp517,664 miliar dan pendapatan daerah yang sah sejumlah Rp132,972 miliar.
"Tahun depan belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung. Itu artinya pemerintah dalam meletakkan anggaran berupaya memaksimalkan berpihak kepada rakyat," kata Andi Hatta kepada SINDO di Malili, Rabu (28/11/2012).
Hatta berharap dukungan dan kerjasama pihak legilatif utamanya memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif.
Terkait rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal pemerintah kabupaten Luwu Timur kepada PT Bank Sulselbar dilakukan sebagai upaya peningkatan produktivitas dan pemanfaatan kekayaan milik pemerintah kabupaten melalui kerjasama yang saling menguntungkan.
"Kerjasama ini diharapkan dapat menunjang percepatan struktur ekonomi sekaligus sumber PAD," ucapnya.
Untuk tahun 2013 penambahan penyertaan modal ke PT Bank Sulselbar sebesar Rp15 miliar, dan hingga tahun 2015 direncanakan mencapai Rp70 miliar.
Anggaran ini terbagi dalam belanja tidak langsung sebesar Rp345,758 miliar dan belanja langsung sebesar Rp433,835 miliar dan untuk pembiayaan sebesar Rp16,618 miliar.
Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma mengatakan, total RAPBD 2013 tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp112,338 miliar, dana perimbangan sebesar Rp517,664 miliar dan pendapatan daerah yang sah sejumlah Rp132,972 miliar.
"Tahun depan belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung. Itu artinya pemerintah dalam meletakkan anggaran berupaya memaksimalkan berpihak kepada rakyat," kata Andi Hatta kepada SINDO di Malili, Rabu (28/11/2012).
Hatta berharap dukungan dan kerjasama pihak legilatif utamanya memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif.
Terkait rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal pemerintah kabupaten Luwu Timur kepada PT Bank Sulselbar dilakukan sebagai upaya peningkatan produktivitas dan pemanfaatan kekayaan milik pemerintah kabupaten melalui kerjasama yang saling menguntungkan.
"Kerjasama ini diharapkan dapat menunjang percepatan struktur ekonomi sekaligus sumber PAD," ucapnya.
Untuk tahun 2013 penambahan penyertaan modal ke PT Bank Sulselbar sebesar Rp15 miliar, dan hingga tahun 2015 direncanakan mencapai Rp70 miliar.
(ysw)