Lokasi kematian Aryono dipenuhi lilin
Rabu, 28 November 2012 - 14:12 WIB
Lokasi kematian Aryono dipenuhi lilin
A
A
A
Sindonews.com - Tiga hari setelah kematian wartawan media cetak lokal, Aryono Linggotu akibat dibunuh, rumah duka masih terus didatangi kerabat dan keluarga korban. Bahkan tempat kejadian masih terus dipasangi lilin oleh setiap orang yang datang.
Suasana rumah duka Aryono Linggotu, wartawan media cetak lokal yang menjadi korban pembunuhan sadis yang berada di kelurahan Banjer, Manado, Sulawesi Utara, terlihat masih banyak keluarga dan kerabat untuk mendoakan almarhum.
Pada Selasa 27 November 2012 malam, kerabat dan keluarga berkumpul untuk melaksanakan tahlilan di rumah duka.
Istri korban, Anissa terlihat masih terus menangis karena terus mengingat suaminya yang telah pergi untuk selamanya. Dia berharap polisi segera mengungkap motif pembunuhan yang dialami suaminya.
"Keluarga ingin polisi bergerak cepat mengungkap motif kematian suami saya," terangnya di rumah duka, Rabu (28/11/2012).
Sementara di lokasi terbunuhnya Aryono, ratusan orang yang terdiri dari rekan jurnalis, mahasiswa, warga Banjer dan keluarga besar Aryono Linggotu berkumpul di lokasi kematian jurnalis lokal itu.
Senada dengan keluarga Aryono, rekan jurnalis dan warga Banjer juga menginginkan agar polisi lekas mengungkap kematian rekannya.
"Kami mohon kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Untuk keamanan bersama, segera tertibkan premanisme, miras, dan sajam di Kota Manado," pinta Denti Tanggo rekan Rio dari media info Sulut Online.
Suasana rumah duka Aryono Linggotu, wartawan media cetak lokal yang menjadi korban pembunuhan sadis yang berada di kelurahan Banjer, Manado, Sulawesi Utara, terlihat masih banyak keluarga dan kerabat untuk mendoakan almarhum.
Pada Selasa 27 November 2012 malam, kerabat dan keluarga berkumpul untuk melaksanakan tahlilan di rumah duka.
Istri korban, Anissa terlihat masih terus menangis karena terus mengingat suaminya yang telah pergi untuk selamanya. Dia berharap polisi segera mengungkap motif pembunuhan yang dialami suaminya.
"Keluarga ingin polisi bergerak cepat mengungkap motif kematian suami saya," terangnya di rumah duka, Rabu (28/11/2012).
Sementara di lokasi terbunuhnya Aryono, ratusan orang yang terdiri dari rekan jurnalis, mahasiswa, warga Banjer dan keluarga besar Aryono Linggotu berkumpul di lokasi kematian jurnalis lokal itu.
Senada dengan keluarga Aryono, rekan jurnalis dan warga Banjer juga menginginkan agar polisi lekas mengungkap kematian rekannya.
"Kami mohon kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Untuk keamanan bersama, segera tertibkan premanisme, miras, dan sajam di Kota Manado," pinta Denti Tanggo rekan Rio dari media info Sulut Online.
(ysw)