PAD DKI bocor di masa kepemimpinan Foke
Rabu, 28 November 2012 - 11:57 WIB
PAD DKI bocor di masa kepemimpinan Foke
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad secara mengejutkan membeberkan adanya potensi-potensi terjadinya kebocoran di dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta.
Hal itu diungkapkannya Abraham saat seminar "Pencegahan Korupsi Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Pengelolaan APBD di Provinsi DKI Jakarta" di Balai Agung, Balai Kota, DKI Jakarta.
Namun diakui Abraham, kebocoran itu tidak terjadi di masa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki T Purnama (Ahok) menjabat. Melainkan di masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke).
"Enggak, maksudnya yang kita sampaikan itu kan APBD tahun lalu. Sebelum Pak Jokowi sama Pak Ahok bertugas. Bahwa banyak potensi, baru potensi-potensi terjadinya kebocoran," ujar Abraham saat ditemui di Balaikota, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Di sisi lain, diharapkan dengan pemaparan yang ada, Jokowi dan Ahok dapat memperbaiki dan menutup lubang-lubang yang rawan terjadinya kebocoran dana APBD itu.
"Oleh karena itu, tadi kita ingin memaparkan, dan memberikan masukan supaya ke depannya ini (kebocoran) diperbaiki," tukas Abraham.
Hal itu diungkapkannya Abraham saat seminar "Pencegahan Korupsi Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Pengelolaan APBD di Provinsi DKI Jakarta" di Balai Agung, Balai Kota, DKI Jakarta.
Namun diakui Abraham, kebocoran itu tidak terjadi di masa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki T Purnama (Ahok) menjabat. Melainkan di masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke).
"Enggak, maksudnya yang kita sampaikan itu kan APBD tahun lalu. Sebelum Pak Jokowi sama Pak Ahok bertugas. Bahwa banyak potensi, baru potensi-potensi terjadinya kebocoran," ujar Abraham saat ditemui di Balaikota, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Di sisi lain, diharapkan dengan pemaparan yang ada, Jokowi dan Ahok dapat memperbaiki dan menutup lubang-lubang yang rawan terjadinya kebocoran dana APBD itu.
"Oleh karena itu, tadi kita ingin memaparkan, dan memberikan masukan supaya ke depannya ini (kebocoran) diperbaiki," tukas Abraham.
(san)