Melanggar, Korlantas gunakan konsep komunikatif
Rabu, 28 November 2012 - 10:35 WIB
Melanggar, Korlantas gunakan konsep komunikatif
A
A
A
Sindonews.com - Konsep Korps Lalu Lintas (Korlantas) dalam menindak pelanggar lalu lintas dalam Operasi Zebra kali ini berbeda. Petugas akan menggunakan pendekatan yang lebih mengedepankan upaya komunikatif.
"Kalau dulu, operasi zebra mengedepankan 80% penegakan hukum, 10% Preemtif, 10 persen preventif. Operasi Zebra kali ini, lebih menekankan pada mainsetnya 40 preemtif, 40 persen preventif, 20 persen penegakan hukum." Kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno, Dilapangan Dirlantas Polda Metro Jaya saat Gelar pasukan operasi Zebra 2012 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Rabu (28/11/2012).
Ia juga mengungkapkan, dalam operasi ini lebih diutamakan teguran pada pelanggar lalulintas, ketimbang sanksi. Karena sanksi kadang berdampak laka lantas.
"Kita menegur secara simpatik, baik teguran lisan maupun tertulis. Karena itu yang memang diingkan masyarakat." Ujarnya.
Kendati demikian, pelanggar yang menyebabkan laka lantas tetap akan ditindak tegas, karena membahayakan diri sediri dan orang lain.
"Kalau dulu, operasi zebra mengedepankan 80% penegakan hukum, 10% Preemtif, 10 persen preventif. Operasi Zebra kali ini, lebih menekankan pada mainsetnya 40 preemtif, 40 persen preventif, 20 persen penegakan hukum." Kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno, Dilapangan Dirlantas Polda Metro Jaya saat Gelar pasukan operasi Zebra 2012 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Rabu (28/11/2012).
Ia juga mengungkapkan, dalam operasi ini lebih diutamakan teguran pada pelanggar lalulintas, ketimbang sanksi. Karena sanksi kadang berdampak laka lantas.
"Kita menegur secara simpatik, baik teguran lisan maupun tertulis. Karena itu yang memang diingkan masyarakat." Ujarnya.
Kendati demikian, pelanggar yang menyebabkan laka lantas tetap akan ditindak tegas, karena membahayakan diri sediri dan orang lain.
(stb)