Dugaan korupsi Foke, Jokowi enggan komentar
Selasa, 27 November 2012 - 14:48 WIB
Dugaan korupsi Foke, Jokowi enggan komentar
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terlihat cuek ketika disinggung mengenai dugaan kasus korupsi mantan Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Fauzi Bowo.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyatakan, kasus-kasus terdahulu bukanlah masalah dan urusannya.
"Kalau masalah laporan, aduan yang lalu itu bukan masalah saya. Masalah saya ke depan. Saya rasa kalau yang sudah lalu bukan urusan saya," ujar Jokowi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Meskipun permasalahan yang terjadi di era kepemimpinan sebelumnya sudah ada yang dilaporkan ke KPK, Jokowi tetap bersikukuh masalah itu bukanlah wilayahnya. Jokowi hanya ingin menata masa depan Jakarta.
"Tadi kan sudah saya jawab, itu kan bukan urusan saya. Kalau sudah dilaporkan, itu bukan wilayah saya. Kalau moril itu bukan moril saya. Saya mau lihat masa depanlah," tegasnya lagi.
Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwenang. "Itu kalau sudah jadi wilayah KPK, ya KPK. Polisi, ya polisi. Kejaksaan, ya kejaksaan," tukas Jokowi.
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyatakan, kasus-kasus terdahulu bukanlah masalah dan urusannya.
"Kalau masalah laporan, aduan yang lalu itu bukan masalah saya. Masalah saya ke depan. Saya rasa kalau yang sudah lalu bukan urusan saya," ujar Jokowi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Meskipun permasalahan yang terjadi di era kepemimpinan sebelumnya sudah ada yang dilaporkan ke KPK, Jokowi tetap bersikukuh masalah itu bukanlah wilayahnya. Jokowi hanya ingin menata masa depan Jakarta.
"Tadi kan sudah saya jawab, itu kan bukan urusan saya. Kalau sudah dilaporkan, itu bukan wilayah saya. Kalau moril itu bukan moril saya. Saya mau lihat masa depanlah," tegasnya lagi.
Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwenang. "Itu kalau sudah jadi wilayah KPK, ya KPK. Polisi, ya polisi. Kejaksaan, ya kejaksaan," tukas Jokowi.
(stb)