Warga Kutai Barat masih trauma
Senin, 26 November 2012 - 17:30 WIB
Warga Kutai Barat masih trauma
A
A
A
Sindonews.com - Meski pihak keamanan menyebutkan kondisi Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berangsur kondusif, namun warga masih trauma. Banyak warga yang belum berani beraktivitas di luar rumah.
Herman, salah seorang warga Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat mengaku memilih tinggal di rumah. Ia tak berani keluar rumah karena masih khawatir dengan kerusuhan yang menyebabkan terjadinya aksi perusakan dan pembakaran.
"Saya di rumah saja, belum berani keluar rumah. Takut terjadi apa-apa saat keluar rumah," kata Herman, Senin (26/11/2012).
Herman yang merupakan petani karet tersebut terpaksa harus tetap berada di rumah. Meski ia bukan termasuk kelompok masyarakat yang bertikai, karena kehati-hatian memilih untuk tidak keluar.
"Tetangga-tetangga saya juga tidak berani keluar dulu. Alasannya sama, masih takut," tambah Herman.
Hal senada juga diceritakan oleh warga lainnya, Jumri yang memilih untuk tidak beraktifitas di luar rumah. Meski aparat keamanan masih terus siaga untuk menjaga situasi, tetap berada di rumah bersama keluarga tetap menjadi pilihan.
"Nanti kalau situasi benar-benar aman baru berani keluar, sekarang masih trauma," kata Jumri.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan antar kelompok warga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Kerusuhan ini meluas setelah terjadi pengeroyokan saat antri BBM pada Jumat 23 November 2012. Sejumlah rumah dan toko dibakar massa. Bahkan sebuah pasar tradisional juga diindikasikan ikut dibakar. Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan ini.
Herman, salah seorang warga Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat mengaku memilih tinggal di rumah. Ia tak berani keluar rumah karena masih khawatir dengan kerusuhan yang menyebabkan terjadinya aksi perusakan dan pembakaran.
"Saya di rumah saja, belum berani keluar rumah. Takut terjadi apa-apa saat keluar rumah," kata Herman, Senin (26/11/2012).
Herman yang merupakan petani karet tersebut terpaksa harus tetap berada di rumah. Meski ia bukan termasuk kelompok masyarakat yang bertikai, karena kehati-hatian memilih untuk tidak keluar.
"Tetangga-tetangga saya juga tidak berani keluar dulu. Alasannya sama, masih takut," tambah Herman.
Hal senada juga diceritakan oleh warga lainnya, Jumri yang memilih untuk tidak beraktifitas di luar rumah. Meski aparat keamanan masih terus siaga untuk menjaga situasi, tetap berada di rumah bersama keluarga tetap menjadi pilihan.
"Nanti kalau situasi benar-benar aman baru berani keluar, sekarang masih trauma," kata Jumri.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan antar kelompok warga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Kerusuhan ini meluas setelah terjadi pengeroyokan saat antri BBM pada Jumat 23 November 2012. Sejumlah rumah dan toko dibakar massa. Bahkan sebuah pasar tradisional juga diindikasikan ikut dibakar. Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan ini.
(azh)