Wilayah potensi bencana di Polman dipetakan
Senin, 26 November 2012 - 16:51 WIB
Wilayah potensi bencana di Polman dipetakan
A
A
A
Sindonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala Pelaksanan BPBD Polman, Abdul Jalil Kambas, mengatakan, di wilayah Kabupaten Polman, ada beberapa wilayah yang kita antisipasi rawan bencana. Yakni Kecamatan Tinambung, Mapilli, Luyo, Matakali dan daerah Tonyaman Kecamata Binuang.
“Wilayah tersebut dipetakan dalam daerah rawan bencana seperti longsor dan banjir. Sebab, memiliki aliran sungai yang besar,” ungkap Abdul Jalil menjelaskan, Senin, (26/11/2012).
Dikatakan Jalil, selain potensi banjir, bencana lain seperti tanah longsor juga harus diantisipasi pada daerah yang berada di pegunungan. Apalagi, sekarang ini sudah masuk dalam musim penghujan. Jadi, bukan hanya banjir, tetapi potensi terhadap terjadinya longsor pasti ada.
Karena itu, dalam mengantisipasi korban baik bencana tanah longsor maupun banjir, BPBD akan memberikan antisipasi seperti pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat yang masuk dalam tim TRC tersebut dilatih, sehingga mereka ada kesiapan menghadapi bencana yang terjadi. Namun, tim TRC tersebut juga diharapkan bisa ikut serta menjadi relawan dalam penanganan bencana-bencana yang terjadi.
“Mereka (masyarakat) ini nantinya akan menjadi relawan BPBD dalam penanganan kebencanaan di daerahnya,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai daerah yang paling berpotensi dari wilayah sejumlah wilayah tersebut, Abdul Jalil mengaku masih melakukan pengecekan dilapangan daerah mana yang paling berpotensi. Namun, yang pasti beberapa wilayah yang disebutkan itu memiliki potensi sebab berada di daerah yang memiliki aliran sungai.
Kepala Pelaksanan BPBD Polman, Abdul Jalil Kambas, mengatakan, di wilayah Kabupaten Polman, ada beberapa wilayah yang kita antisipasi rawan bencana. Yakni Kecamatan Tinambung, Mapilli, Luyo, Matakali dan daerah Tonyaman Kecamata Binuang.
“Wilayah tersebut dipetakan dalam daerah rawan bencana seperti longsor dan banjir. Sebab, memiliki aliran sungai yang besar,” ungkap Abdul Jalil menjelaskan, Senin, (26/11/2012).
Dikatakan Jalil, selain potensi banjir, bencana lain seperti tanah longsor juga harus diantisipasi pada daerah yang berada di pegunungan. Apalagi, sekarang ini sudah masuk dalam musim penghujan. Jadi, bukan hanya banjir, tetapi potensi terhadap terjadinya longsor pasti ada.
Karena itu, dalam mengantisipasi korban baik bencana tanah longsor maupun banjir, BPBD akan memberikan antisipasi seperti pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat yang masuk dalam tim TRC tersebut dilatih, sehingga mereka ada kesiapan menghadapi bencana yang terjadi. Namun, tim TRC tersebut juga diharapkan bisa ikut serta menjadi relawan dalam penanganan bencana-bencana yang terjadi.
“Mereka (masyarakat) ini nantinya akan menjadi relawan BPBD dalam penanganan kebencanaan di daerahnya,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai daerah yang paling berpotensi dari wilayah sejumlah wilayah tersebut, Abdul Jalil mengaku masih melakukan pengecekan dilapangan daerah mana yang paling berpotensi. Namun, yang pasti beberapa wilayah yang disebutkan itu memiliki potensi sebab berada di daerah yang memiliki aliran sungai.
(azh)