Mahasiswa Aceh desak Sekjen PBB mundur
Senin, 26 November 2012 - 14:36 WIB
Mahasiswa Aceh desak Sekjen PBB mundur
A
A
A
Sindonews.com – Mahasiswa Aceh dari berbagai organisasi Islam berunjuk rasa menuntut Sekjen PBB Ban Ki Moon mundur dari jabatannya, ia dinilai tidak memberikan solusi atas konflik Israel-Palestina. Desakan tersebut disampaikan melalui unjuk rasa keliling pusat kota Banda Aceh.
Longmarch dilakukan mahasiswa sambil aksi teatrikal mengarak kerenda bertuliskan innalillahi wainnailaihi rajiun. Selain itu seorang mahasiswi melakonkan seorang perempuan Palestina mengendong bayi yang berlumur darah.
“Israel harus tinggalkan Palestina serta bertanggungjawab menganti kerugian seluruh dampak penyerangan,” tegas Issei Shibata, mahasiswa asal Jepang dalam orasinya, Senin (26/11/2012).
Menurut mahasiswa studi konflik Israel-Palestina ini, pasukan Israel tidak hanya menyerang pasukan Hamas tapi juga merengut korban perempuan dan anak.
Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aceh untuk Palestina itu juga mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil peran mewujudkan perdamaian di Palestina. Zahra, aktivis KAMMI Aceh menyatakan sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam Indonesia sepatutnya mengambil peran dalam penyelesaian konflik.
“Pemerintah Indonesia bungkam, pemerintah Aceh juga bungkam seharusnya terus melakukan tekanan politik dan mengalang aksi-aksi solidaritas membebaskan Palestina,” tegasnya dalam orasi.
Di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, para mahasiswa juga melakukan tabur bunga di atas kerenda, menempel sejumlah foto-foto dampak serangan Israel. Selain itu juga melakukan doa bersama agar penderitaan masyarakat Palestina segera berakhir.
“Kami menyerukan pada ulama Aceh agar menyerukan doa bersama di masjid-masjid agar penderitaan masyarakat Palestina benar-benar berakhir,” kata Dian Maya Sari, salah seorang mahasiswi.
Longmarch dilakukan mahasiswa sambil aksi teatrikal mengarak kerenda bertuliskan innalillahi wainnailaihi rajiun. Selain itu seorang mahasiswi melakonkan seorang perempuan Palestina mengendong bayi yang berlumur darah.
“Israel harus tinggalkan Palestina serta bertanggungjawab menganti kerugian seluruh dampak penyerangan,” tegas Issei Shibata, mahasiswa asal Jepang dalam orasinya, Senin (26/11/2012).
Menurut mahasiswa studi konflik Israel-Palestina ini, pasukan Israel tidak hanya menyerang pasukan Hamas tapi juga merengut korban perempuan dan anak.
Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aceh untuk Palestina itu juga mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil peran mewujudkan perdamaian di Palestina. Zahra, aktivis KAMMI Aceh menyatakan sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam Indonesia sepatutnya mengambil peran dalam penyelesaian konflik.
“Pemerintah Indonesia bungkam, pemerintah Aceh juga bungkam seharusnya terus melakukan tekanan politik dan mengalang aksi-aksi solidaritas membebaskan Palestina,” tegasnya dalam orasi.
Di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, para mahasiswa juga melakukan tabur bunga di atas kerenda, menempel sejumlah foto-foto dampak serangan Israel. Selain itu juga melakukan doa bersama agar penderitaan masyarakat Palestina segera berakhir.
“Kami menyerukan pada ulama Aceh agar menyerukan doa bersama di masjid-masjid agar penderitaan masyarakat Palestina benar-benar berakhir,” kata Dian Maya Sari, salah seorang mahasiswi.
(azh)