Uji coba, KRL melaju dengan 5 km/jam
Senin, 26 November 2012 - 13:08 WIB
Uji coba, KRL melaju dengan 5 km/jam
A
A
A
Sindonews.com - Paskalongsor yang terjadi di jalur Kereta Rel Listrik (KRL) di Cilebut, Kabupaten Bogor, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan uji coba kereta penumpang commuter line satu jalur.
Direktur PT KAI Ignasius Jonan, langsung mencoba jalur tersebut berasama Wamenhub. Jonan mengatakan hal itu dilakukan untuk menguji ketahanan beban rel paska perbaikan longsoran.
"Uji coba tanpa penumpang cukup baik, dan kami masih menganalisa apakah kereta penumpang sudah layak melintas," ungkapnya di Cilebut, Bogor, Senin (26/11/12).
Dia juga mengatakan, lintasan sendiri sudah diuji coba beberapa kali. "Minggu kemarin kami mencoba dengan kereta lokomotif (diesel), juga sudah melakukan uji coba commuter line, dan pagi ini," terangnya.
Selama uji coba, kereta melaju dengan kecepatan 5 kilometer perjam, dengan beban berat kurang lebih 4 ton, melintas di jalur Bogor-Jakarta. Sedangkan jalur lainnya, masih dalam proses pembuatan turab dan diperkirakan masih memakan waktu 2 minggu.
"Ketentuannya pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB pagi, dan jam sibuk kerja sore hari, pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam. Lainnya dipergunakan untuk jam perbaikan," tandasnya.
Direktur PT KAI Ignasius Jonan, langsung mencoba jalur tersebut berasama Wamenhub. Jonan mengatakan hal itu dilakukan untuk menguji ketahanan beban rel paska perbaikan longsoran.
"Uji coba tanpa penumpang cukup baik, dan kami masih menganalisa apakah kereta penumpang sudah layak melintas," ungkapnya di Cilebut, Bogor, Senin (26/11/12).
Dia juga mengatakan, lintasan sendiri sudah diuji coba beberapa kali. "Minggu kemarin kami mencoba dengan kereta lokomotif (diesel), juga sudah melakukan uji coba commuter line, dan pagi ini," terangnya.
Selama uji coba, kereta melaju dengan kecepatan 5 kilometer perjam, dengan beban berat kurang lebih 4 ton, melintas di jalur Bogor-Jakarta. Sedangkan jalur lainnya, masih dalam proses pembuatan turab dan diperkirakan masih memakan waktu 2 minggu.
"Ketentuannya pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB pagi, dan jam sibuk kerja sore hari, pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam. Lainnya dipergunakan untuk jam perbaikan," tandasnya.
(san)