AJI Indonesia kecam pembunuhan wartawan
Senin, 26 November 2012 - 00:10 WIB
AJI Indonesia kecam pembunuhan wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengutuk keras atas pembunuhan yang menimpa seorang jurnalis di Manado, Sulawesi Utara. Bagi AJI pembunuhan terhadap wartawan merupakan kejahatan kemanusiaan.
Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa Riyono Lunggito tersebut. Apalagi Riyono meregang nyawa ketika akan melakukan peliputan disebuah daerah yang informasinya tengah berlangsung tawuran.
Bagi AJI, peristiwa yang menimpa ryono adalah duka hitam yang kembali terjadi di dunia jurnalis. "AJI mengecam tindakan tersebut dan mendesak kepolisian menghukum pelaku seberat-beratnya," kata Eko di Makassar, Minggu (25/11/2012).
Ia juga menilai, jika pembunuhan terhadap wartawan termasuk yang menimpa jurnalis harian Koran Metro tersebut, merupakan kejahatan yang melawan kemanusiaan.
Karenanya ia mengimbau agar para jurnalis lebih waspada karena profesi jurnalis merupakan profesi yang sangat berbahaya.
"Pembunuhan jurnalis di Manado harus menjadi siaga merah bagi jurnalis dimanapun dalam pemalukan peliputan," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan catatan AJI Indonesia kekerasan terhadap wartawan sepanjang tahun 2012 ini sebanyak 30 kasus.
Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa Riyono Lunggito tersebut. Apalagi Riyono meregang nyawa ketika akan melakukan peliputan disebuah daerah yang informasinya tengah berlangsung tawuran.
Bagi AJI, peristiwa yang menimpa ryono adalah duka hitam yang kembali terjadi di dunia jurnalis. "AJI mengecam tindakan tersebut dan mendesak kepolisian menghukum pelaku seberat-beratnya," kata Eko di Makassar, Minggu (25/11/2012).
Ia juga menilai, jika pembunuhan terhadap wartawan termasuk yang menimpa jurnalis harian Koran Metro tersebut, merupakan kejahatan yang melawan kemanusiaan.
Karenanya ia mengimbau agar para jurnalis lebih waspada karena profesi jurnalis merupakan profesi yang sangat berbahaya.
"Pembunuhan jurnalis di Manado harus menjadi siaga merah bagi jurnalis dimanapun dalam pemalukan peliputan," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan catatan AJI Indonesia kekerasan terhadap wartawan sepanjang tahun 2012 ini sebanyak 30 kasus.
(ysw)