Kubar bergolak, tokoh adat bertemu
Minggu, 25 November 2012 - 22:15 WIB
Kubar bergolak, tokoh adat bertemu
A
A
A
Sindonews.com - Upaya perdamaian terus dilakukan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat agar kerusuhan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) dapat diredam.
Minggu (25/11/2012) sore, sejumlah tokoh masyarakat dari Dewan Adat Dayak dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan juga sudah mencapai kata sepakat.
Kedua organisasi kesukuan ini sudah menyampaikan imbauan agar semua pihak menahan diri dan meminta apara kepolisian dengan cepat bertindak terhadap pelaku kriminal.
“Kami menghimbau kepada warga Dayak di Kaltim, terutama yang di Kubar, agar menahan diri jangan sampai terprovokasi. Kami juga menghimbau agar mentaati kesepakatan yang sudah disahkan oleh Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif,” kata Ketua Umum Persekutuan Dayak Kaltim Marthin Billa, Minggu (25/11/2012).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Harian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Ridwan Tassa. Ia menghimbau semua pihak untuk tidak membesar-besarkan kasus pengeroyokan tersebut.
“KKSS tidak mau ada ulah seseorang hingga mencelakakan kita semua yang ada di Kaltim. Kami meminta untuk tidak ada provokasi yang membuat suasana makin tidak kondusif,” kata Ridwan.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan antar kelompok warga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Kerusuhan ini meluas setelah terjadi pengeroyokan saat antri BBM pada Jumat 23 November 2012. 800 personel aparat keamanan sudah diturunkan ke lokasi kerusuhan.
Minggu (25/11/2012) sore, sejumlah tokoh masyarakat dari Dewan Adat Dayak dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan juga sudah mencapai kata sepakat.
Kedua organisasi kesukuan ini sudah menyampaikan imbauan agar semua pihak menahan diri dan meminta apara kepolisian dengan cepat bertindak terhadap pelaku kriminal.
“Kami menghimbau kepada warga Dayak di Kaltim, terutama yang di Kubar, agar menahan diri jangan sampai terprovokasi. Kami juga menghimbau agar mentaati kesepakatan yang sudah disahkan oleh Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif,” kata Ketua Umum Persekutuan Dayak Kaltim Marthin Billa, Minggu (25/11/2012).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Harian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Ridwan Tassa. Ia menghimbau semua pihak untuk tidak membesar-besarkan kasus pengeroyokan tersebut.
“KKSS tidak mau ada ulah seseorang hingga mencelakakan kita semua yang ada di Kaltim. Kami meminta untuk tidak ada provokasi yang membuat suasana makin tidak kondusif,” kata Ridwan.
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan antar kelompok warga terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Kerusuhan ini meluas setelah terjadi pengeroyokan saat antri BBM pada Jumat 23 November 2012. 800 personel aparat keamanan sudah diturunkan ke lokasi kerusuhan.
(ysw)