Longsor, 5 warga sedang mandi di sungai tertimbun
Minggu, 25 November 2012 - 20:09 WIB
Longsor, 5 warga sedang mandi di sungai tertimbun
A
A
A
Sindonews.com - Bencana longsor kembali terjadi di Jawa Barat. Kali ini longsor terjadi di Kampung Cipalasari, Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.
Bencana longsor yang terjadi sekira pukul 16.30 WIB tersebut menimbun lima orang warga yang sedang mandi di Sungai Cipalasari.
"Di tepi sungai terdapat tebing dengan tinggi sekira 30 meter. Tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun korban. Saat terjadi longsor kondisi cuaca tidak sedang hujan," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (25/11/2012).
Menurut Sutopo, hujan justru terjadi sehari sebelumnya sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi. Dia mengira, akibat hujan deras tersebut tanah jenuh dengan air.
Dari lima orang tertimbun tanah longsor, empat orang sudah dapat dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
"Empat warga tersebut adalah Nur (20), Intan (14), Wulan (22), dan Pipit (5). Satu orang lagi belum bisa dievakuasi yaitu Ulung (18)," jelasnya.
Sutopo menjelaskan, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bersama masyarakat dari tiga desa, yaitu Desa Pageralam, Laksasari, dan Taraju dibantu dengan aparat TNI, Polri serta SAR melakukan evakuasi. Namun karena terkendala cuaca yang sudah gelap, proses evakuasi akan kembali dilanjutkan besok.
"Proses evakuasi sendiri akan dilanjutkan besok pagi karena kondisi waktu yang sudah gelap. Empat korban kini menurutnya, sudah di bawa ke Puskesmas untuk diidentifikasi," jelasnya.
Bencana longsor yang terjadi sekira pukul 16.30 WIB tersebut menimbun lima orang warga yang sedang mandi di Sungai Cipalasari.
"Di tepi sungai terdapat tebing dengan tinggi sekira 30 meter. Tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun korban. Saat terjadi longsor kondisi cuaca tidak sedang hujan," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (25/11/2012).
Menurut Sutopo, hujan justru terjadi sehari sebelumnya sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi. Dia mengira, akibat hujan deras tersebut tanah jenuh dengan air.
Dari lima orang tertimbun tanah longsor, empat orang sudah dapat dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
"Empat warga tersebut adalah Nur (20), Intan (14), Wulan (22), dan Pipit (5). Satu orang lagi belum bisa dievakuasi yaitu Ulung (18)," jelasnya.
Sutopo menjelaskan, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bersama masyarakat dari tiga desa, yaitu Desa Pageralam, Laksasari, dan Taraju dibantu dengan aparat TNI, Polri serta SAR melakukan evakuasi. Namun karena terkendala cuaca yang sudah gelap, proses evakuasi akan kembali dilanjutkan besok.
"Proses evakuasi sendiri akan dilanjutkan besok pagi karena kondisi waktu yang sudah gelap. Empat korban kini menurutnya, sudah di bawa ke Puskesmas untuk diidentifikasi," jelasnya.
(rsa)