Sidoarjo langka BBM jenis premium
Minggu, 25 November 2012 - 15:05 WIB
Sidoarjo langka BBM jenis premium
A
A
A
Sindonews.com - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di sejumlah SPBU di Sidoarjo, kini mulai langka. Sejumlah SPBU di tiga kecamatan yakni Candi, Gedangan, dan Sedati, Sidoarjo, mengaku kehabisan stok premium.
Akibat kekosongan stok premium tersebut, para pengendara kendaraan bermotor kini mengeluh karena terpaksa harus menggunakan BBM jenis Pertamax yang harganya lebih mahal ketimbang premium.
"Ya, langka sekali Premium, padahal yang terjangkau masyarakat ya itu," jelas seorang warga Aan, di SPBU Candi, Sidoarjo, Minggu (25/11/2012).
Menurutnya, biasanya warga selalu mensiasatinya dengan membeli premium di penjual eceran, namun tetap tidak ditemukan.
Sementara itu petugas SPBU M Jalil mengaku, langkanya premium di dilayahnya karena adanya keterlambatan pengiriman stok Premium dari Pertamina.
"Jika biasanya untuk satu SPBU mendapat jatah 16 hingga 24 ton premium per hari, kini pertamina hanya bisa megirim delapan ton," jelas Jalil.
Jalil mengungkapkan, meski hanya mendapat jatah delapan ton, hal itu masih diperparah dengan keterlambatan pengiriman. "Sudah pasti sulit menemukan premium di sini," jelasnya.
Akibat kekosongan stok premium tersebut, para pengendara kendaraan bermotor kini mengeluh karena terpaksa harus menggunakan BBM jenis Pertamax yang harganya lebih mahal ketimbang premium.
"Ya, langka sekali Premium, padahal yang terjangkau masyarakat ya itu," jelas seorang warga Aan, di SPBU Candi, Sidoarjo, Minggu (25/11/2012).
Menurutnya, biasanya warga selalu mensiasatinya dengan membeli premium di penjual eceran, namun tetap tidak ditemukan.
Sementara itu petugas SPBU M Jalil mengaku, langkanya premium di dilayahnya karena adanya keterlambatan pengiriman stok Premium dari Pertamina.
"Jika biasanya untuk satu SPBU mendapat jatah 16 hingga 24 ton premium per hari, kini pertamina hanya bisa megirim delapan ton," jelas Jalil.
Jalil mengungkapkan, meski hanya mendapat jatah delapan ton, hal itu masih diperparah dengan keterlambatan pengiriman. "Sudah pasti sulit menemukan premium di sini," jelasnya.
(rsa)