Ratusan rumah di Pangandaran terendam Banjir
Sabtu, 24 November 2012 - 01:01 WIB
Ratusan rumah di Pangandaran terendam Banjir
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang menguyur kawasan Ciamis dan sekitarnya membuat ratusan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis terendam banjir.
Hingga Jumat 23 November sore hari, sedikitnya tercatat 590 rumah di dua desa yakni Desa Pananjung dan Babakan Pangandaran menjadi korban banjir itu.
"Informasi sementara jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 590 rumah, yaitu di Desa Pananjung 320 rumah dan di Desa Babakan 270 rumah. Selain di Pangandaran, kami juga terima laporan banjir di padaherang, kami masih perjalanan menuju Padaherang dan Pangandaran," kata Kepala Bidang Penagulangan Bencana BPBD Ciamis Cece Manuhara, Jumat (23/11/2012).
Kepala Desa Pananjung Maolin Sanusi membenarkan, ratusan rumah warga di Desa Pananjung terendam banjir karena guyuran hujan terus menerus. Banjir yang merendam permukiman penduduk dan pesawahan itu terjadi sejak pukul 03.00 WIB, banjir paling parah terdapat di Daerah Kandangmenjangan, Dusun Bojongjati RT02/06.
"Lokasi banjir memang tersebar sporadis dengan ketinggian air berbeda-beda. Paling parah ada delapan Rukun Tetangga, kalau jumlah seluruhnya mencapai 320 rumah," jelas Maolin.
Maolin menambahkan, bencana banjir yang melanda daerahnya dipicu akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Pangandaran selama dua hari ini berturut-turut.
"Puncak ketinggian air terjadi dini hari tadi, karena hampir semua kecamatan di Ciamis diguyur hujan aliran air semua bermuara di wilayah Ciamis Selatan. Ketinggian air paling tinggi di tempat tertentu mencapai satu meter, tapi di kawasan permukiman hanya mencapai lutut orang dewasa," tambahnya.
Kepala Desa Babakan Undang Herdi menambahkan, berdasarkan hasil pendataan sementara bencana alam banjir yang melanda Babakan sedikitnya mengenangi 270 rumah. Banjir terkonsentrasi di dua rukun warga (RW), yaitu di Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
"Selain diguyur hujan deras, banjir yang melanda Desa Babakan terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Cikidang," terang Undang.
Undang menyebutkan, kondisi aliran Sungai Cikidang yang melintasi permukiman warga di Babakan, kondisinya memang sudah dangkal. Salah satu cara untuk mengatasi Banjir di Babakan yaitu dengan cara melakukan pengerukan Sungai Cikidang.
"Dengan cara itu, diharapkan penderitaan warga Babakan segera berakhir, karena setiap musim penghujan selalu dihantui bencana banjir," terang Undang.
Salah seorang korban banjir di Dusun Bojongjati, Desa Pananjung Erni Nurhayati, 43, menceritakan, bencana banjir mulai terlihat sejak malam hari. Namun, saat itu ketinggian air masih jauh dari pekarangan.
"Karena hujan tidak kunjung reda, menjelang pagi ketingian air malah semakin naik hingga lutut orang dewasa. Selain merendam rumah warga sekitar 300 hektare sawah juga terendam banjir," pungkas Erni.
Hingga Jumat 23 November sore hari, sedikitnya tercatat 590 rumah di dua desa yakni Desa Pananjung dan Babakan Pangandaran menjadi korban banjir itu.
"Informasi sementara jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 590 rumah, yaitu di Desa Pananjung 320 rumah dan di Desa Babakan 270 rumah. Selain di Pangandaran, kami juga terima laporan banjir di padaherang, kami masih perjalanan menuju Padaherang dan Pangandaran," kata Kepala Bidang Penagulangan Bencana BPBD Ciamis Cece Manuhara, Jumat (23/11/2012).
Kepala Desa Pananjung Maolin Sanusi membenarkan, ratusan rumah warga di Desa Pananjung terendam banjir karena guyuran hujan terus menerus. Banjir yang merendam permukiman penduduk dan pesawahan itu terjadi sejak pukul 03.00 WIB, banjir paling parah terdapat di Daerah Kandangmenjangan, Dusun Bojongjati RT02/06.
"Lokasi banjir memang tersebar sporadis dengan ketinggian air berbeda-beda. Paling parah ada delapan Rukun Tetangga, kalau jumlah seluruhnya mencapai 320 rumah," jelas Maolin.
Maolin menambahkan, bencana banjir yang melanda daerahnya dipicu akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Pangandaran selama dua hari ini berturut-turut.
"Puncak ketinggian air terjadi dini hari tadi, karena hampir semua kecamatan di Ciamis diguyur hujan aliran air semua bermuara di wilayah Ciamis Selatan. Ketinggian air paling tinggi di tempat tertentu mencapai satu meter, tapi di kawasan permukiman hanya mencapai lutut orang dewasa," tambahnya.
Kepala Desa Babakan Undang Herdi menambahkan, berdasarkan hasil pendataan sementara bencana alam banjir yang melanda Babakan sedikitnya mengenangi 270 rumah. Banjir terkonsentrasi di dua rukun warga (RW), yaitu di Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
"Selain diguyur hujan deras, banjir yang melanda Desa Babakan terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Cikidang," terang Undang.
Undang menyebutkan, kondisi aliran Sungai Cikidang yang melintasi permukiman warga di Babakan, kondisinya memang sudah dangkal. Salah satu cara untuk mengatasi Banjir di Babakan yaitu dengan cara melakukan pengerukan Sungai Cikidang.
"Dengan cara itu, diharapkan penderitaan warga Babakan segera berakhir, karena setiap musim penghujan selalu dihantui bencana banjir," terang Undang.
Salah seorang korban banjir di Dusun Bojongjati, Desa Pananjung Erni Nurhayati, 43, menceritakan, bencana banjir mulai terlihat sejak malam hari. Namun, saat itu ketinggian air masih jauh dari pekarangan.
"Karena hujan tidak kunjung reda, menjelang pagi ketingian air malah semakin naik hingga lutut orang dewasa. Selain merendam rumah warga sekitar 300 hektare sawah juga terendam banjir," pungkas Erni.
(lns)