Usai longsor, jalur KA Purwokerto kembali normal
Jum'at, 23 November 2012 - 18:13 WIB
Usai longsor, jalur KA Purwokerto kembali normal
A
A
A
Sindonews.com - Jalur KA Purwokerto-Jakarta melintasi Karangsari telah kembali normal. Setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Purwokerto dan sekitarnya Kamis 22 November 2012 mengalami longsor.
Longsor berakibat pada satu jalur rel KA antara Purwokerto-Karangsari (jalur hilir) tergerus air pada 3 titik, sehingga jalur ini semalam tidak dioperasikan untuk lalu lintas KA. Dalam kondisi normal jalur ini digunakan untuk KA dari arah Jakarta ke Purwokerto.
Dalam rilis pers dari PT KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan gerusan air menyebabkan material balas (kricak) penyangga rel hilang tergogos aliran air. tiga titik jalur rel KA yang tergogos air tersebut masing- masing di km 345+1 antara Purwokerto-Karanggandul sepanjang 100 meter, km 337+2 antara Karanggandul-Karangsari sepanjang 20 meter, dan km 337+8 antara Karanggandul-Karangsari sepanjang 60 meter.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono, menyampaikan, pihaknya bergerak cepat menangani kerusakan jalur KA tersebut dengan mengerahkan tidak kurang 100 orang personil dan mendatangkan material balas baru dari Stasiun Karangsari. satu unit alat berat pemadat balas (Multi Tie Thamper) juga dikerahkan untuk mempercepat normalisasi jalur KA. Perbaikan jalur tersebut bisa diselesaikan secara total pada pukul 03.00 dini hari, dan kedua jalur KA sudah bisa digunakan dengan kecepatan normal.
Di samping menggerus jalur KA di tiga titik, hujan lebat kemarin juga menyebabkan jalur KA di emplasemen stasiun Purwokerto terendam banjir hingga setinggi 10 sentimeter di atas rel.
"Akibat tergenang air, sistem persinyalan elektrik mengalami gangguan dan tidak bisa bekerja, sehingga perpindahan jalur dilakukan secara manual. Gangguan sistem persinyalan akibat rendaman air juga telah selesai diperbaiki," kata Surono, dihubungi berada di Purwokerto, Jumat (23/11/2012).
Akibat tergogosnya jalur rel antara Purwokerto - Karangsari dan gangguan sistem persinyalan di Stasiun Purwokerto, berimbas pada kelambatan perjalanan kereta api. Semua KA yang melewati jalur Purwokerto-Bumiayu-Cirebon ke arah Jakarta dan sebaliknya semalam mengalami kelambatan rata-rata hingga tiga jam.
“Kelambatan disebabkan karena kereta api harus bergantian menggunakan satu jalur pada petak Purwokerto-Karangsari,” katanya.
Longsor berakibat pada satu jalur rel KA antara Purwokerto-Karangsari (jalur hilir) tergerus air pada 3 titik, sehingga jalur ini semalam tidak dioperasikan untuk lalu lintas KA. Dalam kondisi normal jalur ini digunakan untuk KA dari arah Jakarta ke Purwokerto.
Dalam rilis pers dari PT KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan gerusan air menyebabkan material balas (kricak) penyangga rel hilang tergogos aliran air. tiga titik jalur rel KA yang tergogos air tersebut masing- masing di km 345+1 antara Purwokerto-Karanggandul sepanjang 100 meter, km 337+2 antara Karanggandul-Karangsari sepanjang 20 meter, dan km 337+8 antara Karanggandul-Karangsari sepanjang 60 meter.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono, menyampaikan, pihaknya bergerak cepat menangani kerusakan jalur KA tersebut dengan mengerahkan tidak kurang 100 orang personil dan mendatangkan material balas baru dari Stasiun Karangsari. satu unit alat berat pemadat balas (Multi Tie Thamper) juga dikerahkan untuk mempercepat normalisasi jalur KA. Perbaikan jalur tersebut bisa diselesaikan secara total pada pukul 03.00 dini hari, dan kedua jalur KA sudah bisa digunakan dengan kecepatan normal.
Di samping menggerus jalur KA di tiga titik, hujan lebat kemarin juga menyebabkan jalur KA di emplasemen stasiun Purwokerto terendam banjir hingga setinggi 10 sentimeter di atas rel.
"Akibat tergenang air, sistem persinyalan elektrik mengalami gangguan dan tidak bisa bekerja, sehingga perpindahan jalur dilakukan secara manual. Gangguan sistem persinyalan akibat rendaman air juga telah selesai diperbaiki," kata Surono, dihubungi berada di Purwokerto, Jumat (23/11/2012).
Akibat tergogosnya jalur rel antara Purwokerto - Karangsari dan gangguan sistem persinyalan di Stasiun Purwokerto, berimbas pada kelambatan perjalanan kereta api. Semua KA yang melewati jalur Purwokerto-Bumiayu-Cirebon ke arah Jakarta dan sebaliknya semalam mengalami kelambatan rata-rata hingga tiga jam.
“Kelambatan disebabkan karena kereta api harus bergantian menggunakan satu jalur pada petak Purwokerto-Karangsari,” katanya.
(azh)