Gencatan senjata di Gaza, mahasiswi Aceh gelar aksi
Jum'at, 23 November 2012 - 16:21 WIB
Gencatan senjata di Gaza, mahasiswi Aceh gelar aksi
A
A
A
Sindonews.com - Mahasiswi di Aceh mengelar aksi simpati merayakan genjatan senjata Israel dan Palestina dengan menancapkan bunga kertas di pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Dian Maya Sari, Mahasiswi Muhamadiyah Aceh bunga tersebut merupakan simbol harapan baru masyarakat Palestina dan dunia.
"Semoga perempuan dan anak-anak Palestina terbebas selamanya dari aksi militer Israel," ungkap Maya di sela aksi menjelaskan, Jumat (23/11/2012).
Menurut Maya, dirinya bersama mahasiswi berbagai organisasi Islam lainnya akan memperbanyak jumlah bunga untuk dibagikan pada masyarakat Banda Aceh.
"Ini baru seratusan bunga nanti kami akan buat lebih banyak untuk masyarakat Aceh, agar tergugah dan mengirim doa bersama di masjid-masjid," jelasnya.
Para mahasiswi berharap pada ulama Aceh agar menyerukan berdoa bersama secara serentak. Pasalnya, gencatan senjata tidak menjamin akan berlangsung abadi.
"Kejahatan kemanusian telah berlangsung lama di jalur Gaza, kami berharap ulama Aceh serukan doa tolak bala secara bersama," katanya.
Maya berharap Presiden Indonesia dapat proaktif mengambil peran dalam mewujudkan perdamaian di Gaza. "Jangan hanya diam sementara masyarakat Palestina terus menderita," katanya.
Dian Maya Sari, Mahasiswi Muhamadiyah Aceh bunga tersebut merupakan simbol harapan baru masyarakat Palestina dan dunia.
"Semoga perempuan dan anak-anak Palestina terbebas selamanya dari aksi militer Israel," ungkap Maya di sela aksi menjelaskan, Jumat (23/11/2012).
Menurut Maya, dirinya bersama mahasiswi berbagai organisasi Islam lainnya akan memperbanyak jumlah bunga untuk dibagikan pada masyarakat Banda Aceh.
"Ini baru seratusan bunga nanti kami akan buat lebih banyak untuk masyarakat Aceh, agar tergugah dan mengirim doa bersama di masjid-masjid," jelasnya.
Para mahasiswi berharap pada ulama Aceh agar menyerukan berdoa bersama secara serentak. Pasalnya, gencatan senjata tidak menjamin akan berlangsung abadi.
"Kejahatan kemanusian telah berlangsung lama di jalur Gaza, kami berharap ulama Aceh serukan doa tolak bala secara bersama," katanya.
Maya berharap Presiden Indonesia dapat proaktif mengambil peran dalam mewujudkan perdamaian di Gaza. "Jangan hanya diam sementara masyarakat Palestina terus menderita," katanya.
(azh)