Perbaikan jalur KRL Cilebut baru 20 persen
Jum'at, 23 November 2012 - 15:36 WIB
Perbaikan jalur KRL Cilebut baru 20 persen
A
A
A
Sindonews.com - Perbaikan satu rel dari arah Jakarta-Bogor, di kilometer 45 antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede diperkirakan baru mencapai 20 persen. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengupayakan agar jalur itu sudah bisa digunakan lebih cepat dari prediksi awal.
"Kalau dilihat dari pembenahan keseluruhan dua jalur rel memang masih kecil belum lima persen, tapi kalau jalur kanan (Jakarta-Bogor) 20 persen," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono, di Cilebut, Jumat (23/11/2012).
Menurutnya, jika cuaca mendukung dalam sepekan mendatang, rel sudah bisa digunakan bergantian oleh KRL dari arah Jakarta maupun Bogor. Dia mengaku upaya percepatan ini dilakukan agar masyarakat terlayani. Dengan begitu pula, sembilan rangkaian KRL di Bogor bisa kembali dioperasikan.
"Ya, karena satu rangkaian itu bisa 4-5 kali perjalanan per hari," katanya.
Dia menambahkan, dibutuhkan sedikitnya 35 ribu meter kubik tanah untuk menutup lokasi longsor di Cilebut, Kabupaten Bogor. Guna menyiapkan tanah sebanyak itu, pihaknya sudah membuka akses jalan untuk truk masuk ke lokasi longsor.
"Kita sudah membuka askes masuk truk dan kendaraan lainnya ke lokasi longsor untuk menutupi longsoran," ujar Sugeng.
Tanah itu nantinya akan digunakan untuk menutup tebing yang ambruk saat longsor terjadi. Ribuan kubik tanah itu selanjutnya akan dipadatkan dan diperkuat dengan pemasangan talud batu menggunakan bronjong kawat.
"Kalau dilihat dari pembenahan keseluruhan dua jalur rel memang masih kecil belum lima persen, tapi kalau jalur kanan (Jakarta-Bogor) 20 persen," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono, di Cilebut, Jumat (23/11/2012).
Menurutnya, jika cuaca mendukung dalam sepekan mendatang, rel sudah bisa digunakan bergantian oleh KRL dari arah Jakarta maupun Bogor. Dia mengaku upaya percepatan ini dilakukan agar masyarakat terlayani. Dengan begitu pula, sembilan rangkaian KRL di Bogor bisa kembali dioperasikan.
"Ya, karena satu rangkaian itu bisa 4-5 kali perjalanan per hari," katanya.
Dia menambahkan, dibutuhkan sedikitnya 35 ribu meter kubik tanah untuk menutup lokasi longsor di Cilebut, Kabupaten Bogor. Guna menyiapkan tanah sebanyak itu, pihaknya sudah membuka akses jalan untuk truk masuk ke lokasi longsor.
"Kita sudah membuka askes masuk truk dan kendaraan lainnya ke lokasi longsor untuk menutupi longsoran," ujar Sugeng.
Tanah itu nantinya akan digunakan untuk menutup tebing yang ambruk saat longsor terjadi. Ribuan kubik tanah itu selanjutnya akan dipadatkan dan diperkuat dengan pemasangan talud batu menggunakan bronjong kawat.
(rsa)