Rel longsor, tarif angkot & ojek meroket
Jum'at, 23 November 2012 - 11:30 WIB
Rel longsor, tarif angkot & ojek meroket
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah penumpang kereta api dari Bogor yang menuju ke Stasiun Bojonggede harus merogoh kocek lebih dalam karena tarif angkutan kota (angkot) dan ojek motor langsung meroket.
Untuk tarif angkot yang biasanya Rp3.000 kini menjadi Rp10 ribu per penumpang. Sedangkan tarif ojek yang biasanya Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu.
Kondisi ini dikeluhkan para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL). Mereka harus membayar lebih mahal untuk bisa naik kereta.
"Kita memang butuh angkutan buat ke Bojonggede, tapi jangan dimaanfatkan begitu dong, kita juga orang susah," ujar Siti (28) salah satu penumpang kereta di Stasiun Bojonggede, Jumat (23/11/2012).
Salim (35), salah satu ojek yang mangkal di Stasiun Bogor mengaku terpaksa menaikkan ongkos ke Stasiun Bojonggede karena jaraknya cukup jauh. Selain itu, arus lalu lintas yang macet ke Bojonggede jadi pertimbangan baginya untuk menaikkan tarif.
"Biasanya seharian cuma dapat Rp100 ribu, sekarang cuma dua kali jalan, sudah dapat segitu," katanya.
Sementara itu Ane (26), salah satu penumpang kereta terpaksa harus berjalan kaki ke Stasiun Bojonggede. Hal itu dilakukannya karena jalan menuju ke stasiun mengalami kemacetan parah.
"Kalau saya nunggu, bisa telat ke kantor, makanya di tengah jalan saya turun dari angkot, terus jalan kaki ke stasiun," katanya.
Untuk tarif angkot yang biasanya Rp3.000 kini menjadi Rp10 ribu per penumpang. Sedangkan tarif ojek yang biasanya Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu.
Kondisi ini dikeluhkan para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL). Mereka harus membayar lebih mahal untuk bisa naik kereta.
"Kita memang butuh angkutan buat ke Bojonggede, tapi jangan dimaanfatkan begitu dong, kita juga orang susah," ujar Siti (28) salah satu penumpang kereta di Stasiun Bojonggede, Jumat (23/11/2012).
Salim (35), salah satu ojek yang mangkal di Stasiun Bogor mengaku terpaksa menaikkan ongkos ke Stasiun Bojonggede karena jaraknya cukup jauh. Selain itu, arus lalu lintas yang macet ke Bojonggede jadi pertimbangan baginya untuk menaikkan tarif.
"Biasanya seharian cuma dapat Rp100 ribu, sekarang cuma dua kali jalan, sudah dapat segitu," katanya.
Sementara itu Ane (26), salah satu penumpang kereta terpaksa harus berjalan kaki ke Stasiun Bojonggede. Hal itu dilakukannya karena jalan menuju ke stasiun mengalami kemacetan parah.
"Kalau saya nunggu, bisa telat ke kantor, makanya di tengah jalan saya turun dari angkot, terus jalan kaki ke stasiun," katanya.
(ysw)