Wamenhub usul pembangunan jembatan rel
Jum'at, 23 November 2012 - 11:00 WIB
Wamenhub usul pembangunan jembatan rel
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memperbaiki rel longsor di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) mengusulkan untuk dibangun jembatan.
"Kalau pergerakan air di bawah tanahnya cukup besar, kita akan bangun jembatan di jalur KRL ini," jelas Bambang Susantono kepada wartawan saat ditemui di lokasi longsor, Jumat (23/11/2012).
Meski demikian itu adalah rencana jangka panjang Kementerian Perhubungan dalam mengatasi bencana longsor yang memutuskan jalur II rel KRL di Cilebut.
"Kedepannya kita juga akan memberikan pembekalan lebih pada juru periksa jalan (JPJ) rel bukan hanya sebatas melihat kondisi rel, tapi agar secara cepat dalam memetakan titik rawan longsor, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi rel kereta yang melayani Bogor-Jakarta maupun sebaliknya, dalam waktu dekat pihaknya akan memprioritaskan dua komponen besar yakni memfungsikan rel jalur I (Bogor-Bojonggede-Jakarta) dan memasang Listrik Aliran Atas (LAA)
"Karena rel jalur I ini tidak parah seperti rel jalur sebelahnya (jalur II Jakarta-Bogor). Jadi dalam waktu secepatnya kita upayakan rel jalur I ini cepat difungsikan," jelasnya.
Meski demikian upaya jangka pendek itu, tetap memperhatikan dan mengedepankan kondisi alam (cuaca dan kontur tanah) serta keselamatan.
"Yang jelas kita memastikan satu rel ini bisa melayani KRL Commuterline dan ekonomi dari Jakarta-Bogor maupun sebaliknya," tandasnya.
"Kalau pergerakan air di bawah tanahnya cukup besar, kita akan bangun jembatan di jalur KRL ini," jelas Bambang Susantono kepada wartawan saat ditemui di lokasi longsor, Jumat (23/11/2012).
Meski demikian itu adalah rencana jangka panjang Kementerian Perhubungan dalam mengatasi bencana longsor yang memutuskan jalur II rel KRL di Cilebut.
"Kedepannya kita juga akan memberikan pembekalan lebih pada juru periksa jalan (JPJ) rel bukan hanya sebatas melihat kondisi rel, tapi agar secara cepat dalam memetakan titik rawan longsor, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, langkah-langkah untuk mengembalikan fungsi rel kereta yang melayani Bogor-Jakarta maupun sebaliknya, dalam waktu dekat pihaknya akan memprioritaskan dua komponen besar yakni memfungsikan rel jalur I (Bogor-Bojonggede-Jakarta) dan memasang Listrik Aliran Atas (LAA)
"Karena rel jalur I ini tidak parah seperti rel jalur sebelahnya (jalur II Jakarta-Bogor). Jadi dalam waktu secepatnya kita upayakan rel jalur I ini cepat difungsikan," jelasnya.
Meski demikian upaya jangka pendek itu, tetap memperhatikan dan mengedepankan kondisi alam (cuaca dan kontur tanah) serta keselamatan.
"Yang jelas kita memastikan satu rel ini bisa melayani KRL Commuterline dan ekonomi dari Jakarta-Bogor maupun sebaliknya," tandasnya.
(ysw)