Perumahan di Depok melawan alam, banjir menghadang
Jum'at, 23 November 2012 - 09:36 WIB
Perumahan di Depok melawan alam, banjir menghadang
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah perumahan di Depok selalu menjadi langganan banjir jika hujan deras terjadi. Hal itu lantaran pengembang perumahan dinilai lalai saat melakukan kajian lingkungan sehingga membuat para konsumen yang menjadi penghuni menjadi dirugikan.
Sebut saja Perumahan Bukit Cengkeh, dan BSI Sawangan yang saat mujim hujan kali ini mengalami kebanjiran. Di Sawangan, akibat luapan Kali Angke, banjir kemudian mengalir ke perumahan warga. Belum lagi tanggul Kali Laya yang selalu jebol belakangan ini membuat warga Kampung Palsi Gunung, Cimanggis, Depok itu cemas.
Kepala Dina Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan untuk menangani tanggul Kali Laya, dilakukan beberapa penanganan.
"Yakni dengan bronjong, lalu menghentikan air kita bantu dengan drum, biar kontruksi berikutnya tak ada permasalahan, karena dengan derasnya air sangat sulit dilaksanakan kelanjutannya. Selain itu, kita akan lakukan kontruksi permanen. Ini tak terkait dengan anggaran tanggap bencana, murni APBD," ungkap Enco kepada wartawan, Jumat (23/11/12).
Enco menambahkan, untuk menghentikan aliran air di Perumahan Bukit Cengkeh, pihaknya membuat parit.
"Kalau target untuk penyelesaian air yang masuk ke jalan, kalau air pasti ada, kita bisa alihkan ke parit. Kiri kanan ada parit," tegasnya.
Enco menambahkan, banjir di perumahan di Depok disebabkan pihak pengembang nekat melawan alam. Sehingga, lanjutnya, disaat curah hujan deras dan air melimpah ke bibir sungai, mampu meluap ke perumahan.
"Banjir di perumahan kami tetap waspada, kan lebih tua kalinya dibanding perumahan, artinya dari awal membangun, pengembangnya melawan alam. Diatas ada kali tapi dibuat perumahan," tukasnya.
Sebut saja Perumahan Bukit Cengkeh, dan BSI Sawangan yang saat mujim hujan kali ini mengalami kebanjiran. Di Sawangan, akibat luapan Kali Angke, banjir kemudian mengalir ke perumahan warga. Belum lagi tanggul Kali Laya yang selalu jebol belakangan ini membuat warga Kampung Palsi Gunung, Cimanggis, Depok itu cemas.
Kepala Dina Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan untuk menangani tanggul Kali Laya, dilakukan beberapa penanganan.
"Yakni dengan bronjong, lalu menghentikan air kita bantu dengan drum, biar kontruksi berikutnya tak ada permasalahan, karena dengan derasnya air sangat sulit dilaksanakan kelanjutannya. Selain itu, kita akan lakukan kontruksi permanen. Ini tak terkait dengan anggaran tanggap bencana, murni APBD," ungkap Enco kepada wartawan, Jumat (23/11/12).
Enco menambahkan, untuk menghentikan aliran air di Perumahan Bukit Cengkeh, pihaknya membuat parit.
"Kalau target untuk penyelesaian air yang masuk ke jalan, kalau air pasti ada, kita bisa alihkan ke parit. Kiri kanan ada parit," tegasnya.
Enco menambahkan, banjir di perumahan di Depok disebabkan pihak pengembang nekat melawan alam. Sehingga, lanjutnya, disaat curah hujan deras dan air melimpah ke bibir sungai, mampu meluap ke perumahan.
"Banjir di perumahan kami tetap waspada, kan lebih tua kalinya dibanding perumahan, artinya dari awal membangun, pengembangnya melawan alam. Diatas ada kali tapi dibuat perumahan," tukasnya.
(rsa)