Jokowi effect enggak ngaruh di Pilgub Jabar
Kamis, 22 November 2012 - 19:25 WIB
Jokowi effect enggak ngaruh di Pilgub Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Meski meyakini tidak sama dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, namun nuansa 'kotak-kotak' yang diusung pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki dalam Pilgub Jawa Barat dinilai salah.
Hal itu diterangkan Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Menurutnya, spesifikasi masyarakat Jabar berbeda dengan Jakarta, sehingga nuansa 'kotak-kotak' yang pernah diterapkan Jokowi tidak sesuai.
"Enggak (Jokowi effect). Jadi menurut saya mengambil itu tidak boleh di-copy paste, karena Jawa Barat spesifik. Punya spesifik budaya politik dan masalah yang berbeda dengan Jakarta," jelas Siti yang ketika berkunjung ke kantor redaksi Koran Sindo dan Sindonews, di Gedung SINDO, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, orientasi masyarakat Jabar juga berbeda dengan Ibu Kota Jakarta. Mereka memiliki pola religius yang tidak sama.
"Itu harus pertimbangkan, bagaimana budaya lokal politik, orientasinya. Jadi kotak-kotak belum tentu pas dan tidak bisa di-copy paste. Lalu faktor religius harus direspon Rieke, tidak menutup itu menjadi catatan sendiri," pungkasnya.
Dia menjelaskan, orientasi satu masyarakat memiliki peranan dalam pengambilan keputusan seseorang dalam pencoblosan nanti.
"Dari budaya dan orientasi itu mempengaruhi, dan dua hal itu akan menentukan pemilih dalam menentukan pemilihannya, jadi orientasi itu harus diperhatikan benar," tandasnya.
Hal itu diterangkan Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Menurutnya, spesifikasi masyarakat Jabar berbeda dengan Jakarta, sehingga nuansa 'kotak-kotak' yang pernah diterapkan Jokowi tidak sesuai.
"Enggak (Jokowi effect). Jadi menurut saya mengambil itu tidak boleh di-copy paste, karena Jawa Barat spesifik. Punya spesifik budaya politik dan masalah yang berbeda dengan Jakarta," jelas Siti yang ketika berkunjung ke kantor redaksi Koran Sindo dan Sindonews, di Gedung SINDO, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, orientasi masyarakat Jabar juga berbeda dengan Ibu Kota Jakarta. Mereka memiliki pola religius yang tidak sama.
"Itu harus pertimbangkan, bagaimana budaya lokal politik, orientasinya. Jadi kotak-kotak belum tentu pas dan tidak bisa di-copy paste. Lalu faktor religius harus direspon Rieke, tidak menutup itu menjadi catatan sendiri," pungkasnya.
Dia menjelaskan, orientasi satu masyarakat memiliki peranan dalam pengambilan keputusan seseorang dalam pencoblosan nanti.
"Dari budaya dan orientasi itu mempengaruhi, dan dua hal itu akan menentukan pemilih dalam menentukan pemilihannya, jadi orientasi itu harus diperhatikan benar," tandasnya.
(mhd)