Dirut PT KAI tinjau langsung lokasi longsor
Kamis, 22 November 2012 - 14:29 WIB
Dirut PT KAI tinjau langsung lokasi longsor
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berupaya memperbaiki jalur rel kereta KRL Jakarta-Bogor yang longsor pada Rabu 21 November 2012 malam. Sekira 200 tenaga dikerahkan untuk memperbaiki jalur tersebut.
Untuk memastikan pengerjaan perbaikan rel longsor tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Ignatius Jonan langsung meninjau ke lokasi. Hal itu dibenarkan oleh Humas PT KAI Sugeng Priyono.
"Iya benar (Dirut) langsung tinjau lokasi. Sementara proses pengerjaan ini membutuhkan waktu dua hari. Namun, saat ini kita lihat perkembangan dulu, kondisinya sulit, butuh material yang banyak, belum kemacetan jalan, kondisi tanah labil, tergantung pada curah hujan, bisa mencapai 10 hari," kata Sugeng Priyono, di lokasi longsor, dekat Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/11/2012).
Sugeng menambahkan, saat ini pihaknya masih menghitung kerugian yang ada. Pihaknya berupaya untuk segera memperbaiki jalur tersebut.
"Kita usahakan secepatnya. Kami masih berpikir, apakah akan membuat jembatan darurat, kita minta bantuan, upaya bisa menembus, kasihan warga Bogor yang mau bekerja ke Jakarta," tandasnya.
Untuk memastikan pengerjaan perbaikan rel longsor tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Ignatius Jonan langsung meninjau ke lokasi. Hal itu dibenarkan oleh Humas PT KAI Sugeng Priyono.
"Iya benar (Dirut) langsung tinjau lokasi. Sementara proses pengerjaan ini membutuhkan waktu dua hari. Namun, saat ini kita lihat perkembangan dulu, kondisinya sulit, butuh material yang banyak, belum kemacetan jalan, kondisi tanah labil, tergantung pada curah hujan, bisa mencapai 10 hari," kata Sugeng Priyono, di lokasi longsor, dekat Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/11/2012).
Sugeng menambahkan, saat ini pihaknya masih menghitung kerugian yang ada. Pihaknya berupaya untuk segera memperbaiki jalur tersebut.
"Kita usahakan secepatnya. Kami masih berpikir, apakah akan membuat jembatan darurat, kita minta bantuan, upaya bisa menembus, kasihan warga Bogor yang mau bekerja ke Jakarta," tandasnya.
(maf)