Lagi, atap sekolah di Jakarta ambruk
Kamis, 22 November 2012 - 12:47 WIB
Lagi, atap sekolah di Jakarta ambruk
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa ambruknya atap sekolah kembali terjadi di Ibu Kota. Kali ini menimpa SDN 02 Cijantung yang terletak di Jalan Pertengahan, Gang Kramat RT 03/03 Pasar Rebo, Jakarta Timur, sekira pukul 14.30 WIB Rabu 21 November 2012 kemarin.
Atapnya sekolah yang sedianya tengah dilakukan proses rehabilitasi tersebut mendadak ambruk dan mencederai salah seorang pekerja bangunan bernama Heri (25), yang tengah menyelesaikan proses pengerjaan.
"Warga sekitar mendengar suara gemuruh kencang, setelah diperiksa ternyata atap sekolah ambruk,” ujar Dadan Perdana (22), warga sekitar, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya korban langsung dibawa ke rumah salah seorang warga untuk mendapatkan pengobatan, sementara genting-genting yang berserakan langsung dibersihkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Korban mengalami luka-luka di bagian lengan dan punggung setelah tertimpa reruntuhan puing bangunan yang ambruk tersebut," tambah Dadan.
Kepala SDN Cijantung 02 Pagi, Fauzan, mengatakan sejak gedung sekolahnya direhab sejak beberapa bulan terakhir sebanyak 351 siswa-siswinya telah diungsikan ke SDN Gedong 10 Pagi dan di PAUD Karang Taruna RW 03 Cijantung.
"Sudah enam bulan ini siswa-siswi kami KBM nya menumpang di tempat lain. Karena gedungnya kan sedang direhab berat," kata Fauzan.
Proses rehab sendiri rencananya selesai pada tanggal 15 Desember mendatang, namun belum proses selesai dilakukan atap empat kelas malah mendadak ambruk. "Kami berharap agar proses rehab ini cepat selesai sehingga siswa dapat belajar di sekolahnya sendiri lagi," tambahnya
Kejadian ini menambah panjang daftar sekolah ambruk yang terjadi di Ibu Kota. Dengan kejadian ini tercatat sudah tiga sekolah dasar yang atapnya ambruk saat tengah dilakukan rehabilitasi berat pada tahun 2012 ini yakni SDN Cipinang Besar Selatan 20, SDN Rawamangun 03 Pagi serta yang baru terjadi SDN Cijantung 02 Pagi.
Atapnya sekolah yang sedianya tengah dilakukan proses rehabilitasi tersebut mendadak ambruk dan mencederai salah seorang pekerja bangunan bernama Heri (25), yang tengah menyelesaikan proses pengerjaan.
"Warga sekitar mendengar suara gemuruh kencang, setelah diperiksa ternyata atap sekolah ambruk,” ujar Dadan Perdana (22), warga sekitar, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya korban langsung dibawa ke rumah salah seorang warga untuk mendapatkan pengobatan, sementara genting-genting yang berserakan langsung dibersihkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Korban mengalami luka-luka di bagian lengan dan punggung setelah tertimpa reruntuhan puing bangunan yang ambruk tersebut," tambah Dadan.
Kepala SDN Cijantung 02 Pagi, Fauzan, mengatakan sejak gedung sekolahnya direhab sejak beberapa bulan terakhir sebanyak 351 siswa-siswinya telah diungsikan ke SDN Gedong 10 Pagi dan di PAUD Karang Taruna RW 03 Cijantung.
"Sudah enam bulan ini siswa-siswi kami KBM nya menumpang di tempat lain. Karena gedungnya kan sedang direhab berat," kata Fauzan.
Proses rehab sendiri rencananya selesai pada tanggal 15 Desember mendatang, namun belum proses selesai dilakukan atap empat kelas malah mendadak ambruk. "Kami berharap agar proses rehab ini cepat selesai sehingga siswa dapat belajar di sekolahnya sendiri lagi," tambahnya
Kejadian ini menambah panjang daftar sekolah ambruk yang terjadi di Ibu Kota. Dengan kejadian ini tercatat sudah tiga sekolah dasar yang atapnya ambruk saat tengah dilakukan rehabilitasi berat pada tahun 2012 ini yakni SDN Cipinang Besar Selatan 20, SDN Rawamangun 03 Pagi serta yang baru terjadi SDN Cijantung 02 Pagi.
(hyk)