Diduga depresi, seorang pria gantung diri
Rabu, 21 November 2012 - 21:44 WIB
Diduga depresi, seorang pria gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku gantung diri di kos yang berada di Jalan Bekmurad, No. 43/10, Setiabudi, Jakarta Selatan, diduga karena frustasi. Pelaku bernama Andresto Budijanto (37), lahir di Magelang 28 Oktober 1975, dan beragama Katolik. Berdasarkan identitas yang tercatat, pelaku beralamat di Jalan Ayari, No. 29, Rt. 01/09, Magelang, Jawa Tengah.
"Korban gatung diri di kamar mandi kos kosanya memakai kain sarung," ujar Kanit Serse Polsek Metro Setiabudi Kompol Riptajudin kepada wartawan di lokasi bunuh diri, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Sepupu korban yang enggan disebutkan namanya menambahkan, kemungkinan besar pelaku mengalami depresi besar. "Orang kalau sudah depresi begitu, keluarga anda juga kalau depresi begitu. Tapi, tidak ada menunjukan sesuatu yang janggal," terang sepupu tersebut.
Sementara itu, lanjut Riptajudin pihak kepolisian mengaku mendapat laporan dari ayah pelaku, saat sedang berjaga di Kedutaan Besar Malaysia. "Begitu mendapat info dari bagian masyarakat, terjadi penemuan mayat di kosan Bekmurad 43/10 di belakang Wisma Metropolitan," terang Riptajudin.
Riptajudin menambahkan, pihaknya sudah usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kosan tersebut. Sedangkan, mayatnya sudah dilarikan ke RS Cipto Mangungkusumo untuk penyidikan lebih lanjut. "Namun, tanda-tanda kekerasan awal tidak ada. Penyebab juga masih dalam penyidikan," simpulnya.
Sementara itu, untuk saksi mata yang tidak lain adalah ayahnya sendiri akan dimintai keterangan untuk keperluan penyelidikan. Selain itu, penjaga kosan juga akan dimintai keterangan.
Perlu diketahui, pelaku bunuh diri tersebut sudah kos selama 10 tahun dan terkenal pendiam. Dia hanya bermain dengan anjing yang ada di kosan mewah tersebut. Pasalnya, setiap bulan para penyewa kosan, termasuk pelaku wajib membayar Rp1,8 juta dengan fasilitas AC dan total ada 100 kama di kosan tersebut.
"Korban gatung diri di kamar mandi kos kosanya memakai kain sarung," ujar Kanit Serse Polsek Metro Setiabudi Kompol Riptajudin kepada wartawan di lokasi bunuh diri, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Sepupu korban yang enggan disebutkan namanya menambahkan, kemungkinan besar pelaku mengalami depresi besar. "Orang kalau sudah depresi begitu, keluarga anda juga kalau depresi begitu. Tapi, tidak ada menunjukan sesuatu yang janggal," terang sepupu tersebut.
Sementara itu, lanjut Riptajudin pihak kepolisian mengaku mendapat laporan dari ayah pelaku, saat sedang berjaga di Kedutaan Besar Malaysia. "Begitu mendapat info dari bagian masyarakat, terjadi penemuan mayat di kosan Bekmurad 43/10 di belakang Wisma Metropolitan," terang Riptajudin.
Riptajudin menambahkan, pihaknya sudah usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kosan tersebut. Sedangkan, mayatnya sudah dilarikan ke RS Cipto Mangungkusumo untuk penyidikan lebih lanjut. "Namun, tanda-tanda kekerasan awal tidak ada. Penyebab juga masih dalam penyidikan," simpulnya.
Sementara itu, untuk saksi mata yang tidak lain adalah ayahnya sendiri akan dimintai keterangan untuk keperluan penyelidikan. Selain itu, penjaga kosan juga akan dimintai keterangan.
Perlu diketahui, pelaku bunuh diri tersebut sudah kos selama 10 tahun dan terkenal pendiam. Dia hanya bermain dengan anjing yang ada di kosan mewah tersebut. Pasalnya, setiap bulan para penyewa kosan, termasuk pelaku wajib membayar Rp1,8 juta dengan fasilitas AC dan total ada 100 kama di kosan tersebut.
(san)