Rakit tak efektif, siswa tetap seberangi sungai
Rabu, 21 November 2012 - 13:31 WIB
Rakit tak efektif, siswa tetap seberangi sungai
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan siswa di Kampung Lambung Bukit Surantiah, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, masih memilih menyeberangi sungai untuk bersekolah.
Upata Pemda Pesisir dengan membuat rakit penyeberangan tidak banyak membantu. Karena selain lokasi rakit yang sangat jauh untuk ditempuh, rakit tersebut tidak bisa difungsikan dengan semestinya.
Pemandangan siswa dan warga yang menyeberangi sungai selebar belasan meter itu masih terlihat di Sungai Batang Surantih, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Tidak satupun warga ataupun siswa yang menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai pasca selesainya pembuatan rakit yang menghubungkan Kampung Lambung Bukit Surantih dengan Desa Kayu Gadang.
Selain lokasi pembuatan rakit yang sangat jauh dari lokasi penyeberangan, rakit yang dibuat dari drum dan kayu tersebut belum bisa dioperasionalkan karena berada di lokasi sungai yang dangkal. Ditambah lagi ketiadaan tenaga untuk menarik rakit tersebut.
"Tempat rakit jauh dari rumah, makanya saya lebih memilih menyeberang langsung," kata Randi pelajar yang ingin bersekolah di seberang, Rabu (21/11/2012).
Senada dengannya, Rika pelajar SD yang juga menyebarang mengaku tidak kuat untuk menarik rakit tersebut sendirian. "Rakitnya jauh, saya susah untuk naik dan menariknya, karena rakit itu harus ditarik sendiri," terangnya.
Menurut Wali Jorong Kampung Kayu Gadang, pengerjaan pembuatan rakit untuk sarana penyeberangan ini dilakukan oleh warga yang biayanya dibantu oleh pemda setempat.
"Lokasinya memang jauh karena tempat untuk menambatkan kawat penyeberangan tidak ada yang dekat di lokasi penyeberangan," katanya.
Diakuinya, pembuatan rakit tersebut berjarak 800 meter dari Kampung Lambung Bukit dan belum bisa di fungsikan secara optimal. Kendati sudah dibuatkan rakit, warga tetap berharap pemerintah membuat jembatan permanen
Upata Pemda Pesisir dengan membuat rakit penyeberangan tidak banyak membantu. Karena selain lokasi rakit yang sangat jauh untuk ditempuh, rakit tersebut tidak bisa difungsikan dengan semestinya.
Pemandangan siswa dan warga yang menyeberangi sungai selebar belasan meter itu masih terlihat di Sungai Batang Surantih, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Tidak satupun warga ataupun siswa yang menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai pasca selesainya pembuatan rakit yang menghubungkan Kampung Lambung Bukit Surantih dengan Desa Kayu Gadang.
Selain lokasi pembuatan rakit yang sangat jauh dari lokasi penyeberangan, rakit yang dibuat dari drum dan kayu tersebut belum bisa dioperasionalkan karena berada di lokasi sungai yang dangkal. Ditambah lagi ketiadaan tenaga untuk menarik rakit tersebut.
"Tempat rakit jauh dari rumah, makanya saya lebih memilih menyeberang langsung," kata Randi pelajar yang ingin bersekolah di seberang, Rabu (21/11/2012).
Senada dengannya, Rika pelajar SD yang juga menyebarang mengaku tidak kuat untuk menarik rakit tersebut sendirian. "Rakitnya jauh, saya susah untuk naik dan menariknya, karena rakit itu harus ditarik sendiri," terangnya.
Menurut Wali Jorong Kampung Kayu Gadang, pengerjaan pembuatan rakit untuk sarana penyeberangan ini dilakukan oleh warga yang biayanya dibantu oleh pemda setempat.
"Lokasinya memang jauh karena tempat untuk menambatkan kawat penyeberangan tidak ada yang dekat di lokasi penyeberangan," katanya.
Diakuinya, pembuatan rakit tersebut berjarak 800 meter dari Kampung Lambung Bukit dan belum bisa di fungsikan secara optimal. Kendati sudah dibuatkan rakit, warga tetap berharap pemerintah membuat jembatan permanen
(ysw)