Ngamuk, puluhan wanita acak-acak DPRD Jombang
Rabu, 21 November 2012 - 11:15 WIB
Ngamuk, puluhan wanita acak-acak DPRD Jombang
A
A
A
Sindonews.com - Demo memperingati hari anti kekerasan terhadap perempuan, puluhan aktivis perempuan di Jombang, Jawa Timur, menerobos masuk kantor DPRD Jombang.
Karena tak menemukan satupun anggota DPRD, para wanita ini ngamuk dan mengacak-acak kantor dewan. Tak hanya itu, mereka juga menggantungkan sejumlah peralatan dapur di dinding kantor DPRD Jombang.
Aksi yang dilakukan aktivis perempuan ini tanpa penjagaan ketat polisi. Sehingga dengan mudah, perempuan langsung menerobos masuk Gedung DPRD Jombang, Rabu (21/11/2012).
Di dalam gedung, para aktivis perempuan ini mengamuk karena ternyata belum ada satupun anggota DPRD yang masuk kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 Wib.
Dengan penuh emosi, sambil menggedor-gedor pintu, para aktivis perempuan ini kemudian men-sweeping dan menggeledah ruang kerja wakil rakyat satu persatu. Hasilnya nihil, seluruh ruangan yang digeledah kosong.
Para aktivis perempuan ini kemudian bergerak ke ruang Komisi D yang membidangi perempuan. Hasilnya, ternyata sama ruang ber-ac ini kosong mlompong.
Di dalam ruangan ini, para aktivis perempuan meluapkan emosinya dengan berteriak-teriak di dalam ruangan dan menempelkan sejumlah poster yang dibawa di dalam ruang kerja wakil rakyat tersebet.
Tak hanya itu, para perempuan ini juga menyantolkan sejumlah alat dapur seperti wajan dan panci di dinding ruang kerja anggota dewan ini. Perempuan ini menganggap aksi mereka merupakan bentuk kekecewaan dengan kinerja DPRD yang tidak serius membela perempuan.
"Jangankan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan, untuk urusan masuk kerja saja para wakil rakyat tersebut juga terbukti suka molor atau bahkan bolos kerja," kata Rima Aktivis perempuan di Gedung DPRD, Rabu (21/11/2012).
Sejumlah petugas dari Polres Jombang terlambat datang dan baru tiba di kantor DPRD setelah aksi para aktivis perempuan tersebut berakhir.
Karena tak menemukan satupun anggota DPRD, para wanita ini ngamuk dan mengacak-acak kantor dewan. Tak hanya itu, mereka juga menggantungkan sejumlah peralatan dapur di dinding kantor DPRD Jombang.
Aksi yang dilakukan aktivis perempuan ini tanpa penjagaan ketat polisi. Sehingga dengan mudah, perempuan langsung menerobos masuk Gedung DPRD Jombang, Rabu (21/11/2012).
Di dalam gedung, para aktivis perempuan ini mengamuk karena ternyata belum ada satupun anggota DPRD yang masuk kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 Wib.
Dengan penuh emosi, sambil menggedor-gedor pintu, para aktivis perempuan ini kemudian men-sweeping dan menggeledah ruang kerja wakil rakyat satu persatu. Hasilnya nihil, seluruh ruangan yang digeledah kosong.
Para aktivis perempuan ini kemudian bergerak ke ruang Komisi D yang membidangi perempuan. Hasilnya, ternyata sama ruang ber-ac ini kosong mlompong.
Di dalam ruangan ini, para aktivis perempuan meluapkan emosinya dengan berteriak-teriak di dalam ruangan dan menempelkan sejumlah poster yang dibawa di dalam ruang kerja wakil rakyat tersebet.
Tak hanya itu, para perempuan ini juga menyantolkan sejumlah alat dapur seperti wajan dan panci di dinding ruang kerja anggota dewan ini. Perempuan ini menganggap aksi mereka merupakan bentuk kekecewaan dengan kinerja DPRD yang tidak serius membela perempuan.
"Jangankan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan, untuk urusan masuk kerja saja para wakil rakyat tersebut juga terbukti suka molor atau bahkan bolos kerja," kata Rima Aktivis perempuan di Gedung DPRD, Rabu (21/11/2012).
Sejumlah petugas dari Polres Jombang terlambat datang dan baru tiba di kantor DPRD setelah aksi para aktivis perempuan tersebut berakhir.
(ysw)