Jenazah TKW Sumsel, tiba di Palembang
Rabu, 21 November 2012 - 09:27 WIB
Jenazah TKW Sumsel, tiba di Palembang
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sempat tertunda 10 hari lebih kepulanganya ke Kota Palembang, jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Provinsi Sumsel yang bekerja di Kualalumpur Malaysia, almarhumah Susiana (28) sekira pukul 14.30 WIB tiba di Bandara SMB II Palembang
Setiba di gudang kargo Bandara SMB II Palembang, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel guna divisum lebih lanjut, guna membuktikan kebenaran pemeriksaan dokter di salah satu Rumah Sakit Malaysia bahwa warga Jalan Kerto Winangun Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang ini meninggal karena sakit paru-paru.
Menurut keterangan juru bicara pihak keluarga korban, R David Sanaki, setelah melalui perjuangan panjang akhirnya jenazah almarhumah Susiana berhasil kembali di Kota Palembang.
”Kenapa saya bilang panjang. Karena sejak pihak keluarga mendapat informasi dari pihak kepolisian Daraja Malaysia dan salah satu pihak rumah sakit disana Sabtu 10 November 2012,” ungkap David di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa 20 November 2012.
Atas permintaan orang tua almarhumah dan keluarga besarnya, ia berangkat ke Malaysia atau menuju rumah sakit tempat jenazah korban dititipkan.
”Setelah mendapat keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan kepolisian bahwa jenazah almarhumah meninggal karena penyakit paru-paru yang dideritanya, lalu kami menuju ke Kedubes RI di Malaysia, guna meminta bantuan mengembalikan jenazah ke Palembang,” tandasnya.
Namun bukan jawaban bantuan diberikan oleh staf Kedubes RI atas nama Wery dan Heru.
”Kita sangat kecewa sekali atas jawaban pihak Kedubes yang ngomong bahwa, untuk TKI atau TKW illegal tidak ditanggung biaya pemulangan,” tukasnya.
Lantaran harus menyedikan uang Rp 15 juta untuk memulangkan almarhumah ke Kota Palembang, David menambahkan, pihak keluarga harus berpikir panjang mencari uang sabanyak itu.
”Mulai melakukan SMS minta bantuan ke pejabat pemerintah kota dan Provinsi, sampai ke Menteri kita asal Sumsel dan Presiden,” paparnya.
Sedangkangkan Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Palembang, Chairil Anwar mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus meninggalnya TKW asal Palembang ini.
”Kita ingin gali informasi lebih dalam lagi ari pihak keluarga almarhumah. TKW ini masuk melalui jalur apa ke Malaysia apakah individu atau melalui badan hukum PJTKI,” ungkap Chairil saat memantau kedatangan jenazah.
Setiba di gudang kargo Bandara SMB II Palembang, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel guna divisum lebih lanjut, guna membuktikan kebenaran pemeriksaan dokter di salah satu Rumah Sakit Malaysia bahwa warga Jalan Kerto Winangun Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang ini meninggal karena sakit paru-paru.
Menurut keterangan juru bicara pihak keluarga korban, R David Sanaki, setelah melalui perjuangan panjang akhirnya jenazah almarhumah Susiana berhasil kembali di Kota Palembang.
”Kenapa saya bilang panjang. Karena sejak pihak keluarga mendapat informasi dari pihak kepolisian Daraja Malaysia dan salah satu pihak rumah sakit disana Sabtu 10 November 2012,” ungkap David di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa 20 November 2012.
Atas permintaan orang tua almarhumah dan keluarga besarnya, ia berangkat ke Malaysia atau menuju rumah sakit tempat jenazah korban dititipkan.
”Setelah mendapat keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan kepolisian bahwa jenazah almarhumah meninggal karena penyakit paru-paru yang dideritanya, lalu kami menuju ke Kedubes RI di Malaysia, guna meminta bantuan mengembalikan jenazah ke Palembang,” tandasnya.
Namun bukan jawaban bantuan diberikan oleh staf Kedubes RI atas nama Wery dan Heru.
”Kita sangat kecewa sekali atas jawaban pihak Kedubes yang ngomong bahwa, untuk TKI atau TKW illegal tidak ditanggung biaya pemulangan,” tukasnya.
Lantaran harus menyedikan uang Rp 15 juta untuk memulangkan almarhumah ke Kota Palembang, David menambahkan, pihak keluarga harus berpikir panjang mencari uang sabanyak itu.
”Mulai melakukan SMS minta bantuan ke pejabat pemerintah kota dan Provinsi, sampai ke Menteri kita asal Sumsel dan Presiden,” paparnya.
Sedangkangkan Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Palembang, Chairil Anwar mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus meninggalnya TKW asal Palembang ini.
”Kita ingin gali informasi lebih dalam lagi ari pihak keluarga almarhumah. TKW ini masuk melalui jalur apa ke Malaysia apakah individu atau melalui badan hukum PJTKI,” ungkap Chairil saat memantau kedatangan jenazah.
(ysw)