Santri hanyut ditemukan tewas
Selasa, 20 November 2012 - 11:47 WIB
Santri hanyut ditemukan tewas
A
A
A
Sindonews.com - Setelah hilang selama dua hari, dua santri yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya ditemukan sudah tewas.
Adi Yoga, yang hanyut di sungai belakang POndok Pesantren An-Nur ditemukan Selasa (20/11/2012) pagi sekira 50 meter dari tempat dia terjatuh. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dampit, Malang Jawa Timur.
Sementara itu, korban lainnya atas nama Febri Budi Mulyono (13), santri asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo yang hanyut di Sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi mengapung, Senin (19/11/2012) malam.
Jenazah Febri langsung dievakuasi ke kamar mayat RSU Dr Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, dengan menggunakan mobil ambulan milik Tim Tanggap Siaga Bencana (Tagana) PMI Kabupaten Malang.
Tim Tagana PMI Malang Zainal Abidin mengatakan, jasad Febri diketahui mengapung oleh salah satu warga. Warga langsung melaporkan ke tim SAR.
“Korban ditemukan mengapung sekitar 20 meter dari tepi sungai,” kata Zainal, Selasa (20/11/202).
Setelah itu, korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang untuk diperiksa. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka yang ada di Sidoarjo.
Adi Yoga, yang hanyut di sungai belakang POndok Pesantren An-Nur ditemukan Selasa (20/11/2012) pagi sekira 50 meter dari tempat dia terjatuh. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dampit, Malang Jawa Timur.
Sementara itu, korban lainnya atas nama Febri Budi Mulyono (13), santri asal Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo yang hanyut di Sungai Brantas, Dusun Pabrikan, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi mengapung, Senin (19/11/2012) malam.
Jenazah Febri langsung dievakuasi ke kamar mayat RSU Dr Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, dengan menggunakan mobil ambulan milik Tim Tanggap Siaga Bencana (Tagana) PMI Kabupaten Malang.
Tim Tagana PMI Malang Zainal Abidin mengatakan, jasad Febri diketahui mengapung oleh salah satu warga. Warga langsung melaporkan ke tim SAR.
“Korban ditemukan mengapung sekitar 20 meter dari tepi sungai,” kata Zainal, Selasa (20/11/202).
Setelah itu, korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang untuk diperiksa. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka yang ada di Sidoarjo.
(ysw)