14 negara dilatih peringatan dini tsunami
Selasa, 20 November 2012 - 02:00 WIB
14 negara dilatih peringatan dini tsunami
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan ahli gempa dari 14 negara yang ada di ASEAN dan Samudera Hindia dilatih peringatan dini tsunami di Puncak, Cisarua, Bogor, mulai Senin 19 November 2012 hingga 24 November 2012.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suhardjono menjelaskan pelatihan ini merupakan amanat PBB terhadap tiga negara (Indonesia, Australia dan India) selaku Regional Tsunami Service Provider (RTSP) yang ditetapkan pada 2011.
"Sejak Indonesia terkena Tsunami ada sistem pusat informasi gempa dan tsunami, namun itu tidak cukup sehingga banyak negara yang memberikan bantuan agar Indonesia mengembangkan sistem peringatan dini tsunami dan gempa bumi," kata Suhardjono kepada wartawan disela-sela pelatihan, Senin 19 November 2012.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak kejadian tsunami Aceh, Indonesia diberi tanggung jawab untuk menyampaikan informasi mengenai gempa dan tsunami di tingkat ASEAN.
"Nah sejak tahun lalu, Indonesia beserta Australia dan India diberi tanggungjawab di tingkat negara-negara Samudera Hindia," katanya.
Untuk itu, menurutnya, ketiga negara ini, termasuk Indonesia harus mampu memberikan pelayanan seputar gempa dan tsunami terhadap negara-negara yang ada di samudera hindia.
"Maka dari itu kita dituntut melakukan peningkatan kemampuan khususnya para ahli gempa dan tsunami yang ada di negara ASEAN dan Samudera Hindia," tandasnya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suhardjono menjelaskan pelatihan ini merupakan amanat PBB terhadap tiga negara (Indonesia, Australia dan India) selaku Regional Tsunami Service Provider (RTSP) yang ditetapkan pada 2011.
"Sejak Indonesia terkena Tsunami ada sistem pusat informasi gempa dan tsunami, namun itu tidak cukup sehingga banyak negara yang memberikan bantuan agar Indonesia mengembangkan sistem peringatan dini tsunami dan gempa bumi," kata Suhardjono kepada wartawan disela-sela pelatihan, Senin 19 November 2012.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak kejadian tsunami Aceh, Indonesia diberi tanggung jawab untuk menyampaikan informasi mengenai gempa dan tsunami di tingkat ASEAN.
"Nah sejak tahun lalu, Indonesia beserta Australia dan India diberi tanggungjawab di tingkat negara-negara Samudera Hindia," katanya.
Untuk itu, menurutnya, ketiga negara ini, termasuk Indonesia harus mampu memberikan pelayanan seputar gempa dan tsunami terhadap negara-negara yang ada di samudera hindia.
"Maka dari itu kita dituntut melakukan peningkatan kemampuan khususnya para ahli gempa dan tsunami yang ada di negara ASEAN dan Samudera Hindia," tandasnya.
(rsa)