5 cara antisipasi banjir
Senin, 19 November 2012 - 18:52 WIB
5 cara antisipasi banjir
A
A
A
Sindonews.com - Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta lebih kepada buruknya sistem drainase atau saluran air dan pemanfaatan saluran yang tidak optimal. Dalam hal tersebut ada lima pendekatan strategis untuk menanggulangi itu.
"Drainase yang ada di Jakarta tidak saling terhubung dan dipenuhi oleh tumpukan sampah, sehingga tidak berfungsi optimal. Untuk itu harus diperbaiki," kata Pengamat Tata Kota Nirwono Joga kepada wartawan, di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Lebih lanjut Nirwono mengatakan, pemanfaatan lahan yang tidak tepat juga menjadi penyebab banjir dan genangan air kerap muncul di Jakarta.
"Banyak ruang terbuka hijau (RTH) yang disalah fungsikan sehingga daya serap tanah terhadap air semakin berkurang," tuturnya.
Selain itu Nirwono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus melakukan dialog dengan warga yang tinggal dibantaran kali untuk segera direlokasi ketempat yang tidak rawan banjir. Serta memastikan setiap instansi yang berwenang untuk bekerja sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing.
"Harus ada sinkronisasi antar dinas seperti PU (Pekerjaan Umum), perumahan dan dinas tata kota untuk menanggulangi banjir ini," tambahnya.
Nirwono menjelaskan, gubernur harus memberi contoh model satu daerah yang sukses menjadi daerah aman banjir untuk dilanjutkan dengan daerah-daerah lain di Jakarta.
"Lakukan di wilayah-wilayah yang dapat menjadi model keberhasilan menanggulangi banjir agar dapat diikuti oleh daerah lainnya," tukasnya.
"Drainase yang ada di Jakarta tidak saling terhubung dan dipenuhi oleh tumpukan sampah, sehingga tidak berfungsi optimal. Untuk itu harus diperbaiki," kata Pengamat Tata Kota Nirwono Joga kepada wartawan, di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Lebih lanjut Nirwono mengatakan, pemanfaatan lahan yang tidak tepat juga menjadi penyebab banjir dan genangan air kerap muncul di Jakarta.
"Banyak ruang terbuka hijau (RTH) yang disalah fungsikan sehingga daya serap tanah terhadap air semakin berkurang," tuturnya.
Selain itu Nirwono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus melakukan dialog dengan warga yang tinggal dibantaran kali untuk segera direlokasi ketempat yang tidak rawan banjir. Serta memastikan setiap instansi yang berwenang untuk bekerja sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing.
"Harus ada sinkronisasi antar dinas seperti PU (Pekerjaan Umum), perumahan dan dinas tata kota untuk menanggulangi banjir ini," tambahnya.
Nirwono menjelaskan, gubernur harus memberi contoh model satu daerah yang sukses menjadi daerah aman banjir untuk dilanjutkan dengan daerah-daerah lain di Jakarta.
"Lakukan di wilayah-wilayah yang dapat menjadi model keberhasilan menanggulangi banjir agar dapat diikuti oleh daerah lainnya," tukasnya.
(mhd)