Kabupaten Maros marak gepeng dan anjal

Senin, 19 November 2012 - 16:07 WIB
Kabupaten Maros marak...
Kabupaten Maros marak gepeng dan anjal
A A A
Sindonews.com - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maros diminta agar melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal) dan pengamen yang kerap berkeliaran di sejumlah ruas jalan dan restoran di Maros.

Menurut salah seorang warga Maros, Akbar mengatakan, keberadaan gepeng cukup meresahkan. Apa lagi para pengamen dianggap mengganggu di beberapa titik jalan. Dia menganggap, pengamen kadang bersikap anarkis bila tidak diberi uang.

"Kami takut bila tidak memberi uang, karena katanya mereka sering menggores mobil," ungkap Akbar menjelaskan kepada wartawan, Senin (19/10/2012).

Ketua Komisi III bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Maros, Lory Hendrajaya mengatakan, Dinas Sosial harusnya bisa tegas menanggapi persoalan gepeng itu. Jika perlu kata politisi asal PDK, pihak Dinas Sosial harus mengerahkan Satpol PP untuk melakukan razia dan penertiban.

"Karena jika tidak tegas hal ini akan terus menjadi persoalan dan bisa-bisa menambah jumlah gepeng yang berdatangan ke Maros," katanya.

Menurutnya gepengn dan anjal itu mengganggu ketentraman masyarakat. Olehnya itu dia mengimbau agar Dinsos bisa bergerak cepat dalam mengatasi persoalan yang tiap waktu meresahkan warga. Dia juga menilai, maraknya gepeng di Kabupaten Maros nantinya akan menjadikan Maros semrawut dalam penataan sosialnya.

"Apalagi sebagian besar gepeng yang ada di Maros itu gepeng kiriman dari daerah luar Maros," katanya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maros, Muh Nawir mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia terhadap gepeng dan anjal. Hanya saja memang kondisi gepeng dan anjal di Maros, seperti jamur, sangat sulit dihabiskan.

"Kita juga sudah memantau di lapangan. Dan dari pantauan tersebut, ada hari-hari tertentu mereka beroperasi," katanya.

Menurutnya gepeng dan anjal yang menghiasi Maros sebagian besar bukanlah warga Maros. Melainkan dari Pangkep dan Jeneponto. Menurut pengakuan beberapa anjal yang sempat terjaring ada yang berasal dari Kendari.

"Itu sudah kita pulangkan dan beri biaya transportasi," katanya.

Dia mengatakan, jika ada yang terjaring pihaknya juga tetap memberi masukan, pemahaman dan mendidik gepeng tersebut kemudian dipulangkan ke tempatnya.

"Kalau ada yang terjaring kita juga tetap memberi masukan, pemahaman dan mendidik gepeng tersebut. Serta kemudian dipulangkan ke tempatnya. Sementara yang berasal dari luar Maros dan jauh itu kita berikan uang transport," katanya.
(azh)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
14 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved