Tersambar kereta, pedagang pisang tewas
Senin, 19 November 2012 - 11:18 WIB
Tersambar kereta, pedagang pisang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Nasib nahas dialami Jemiyem (60) Warga Dusun Jamus, Pengasih, Kulonprogo. Pedagang pisang ini tewas mengenaskan setelah disambar kereta barang di perlintasan LX 683 Wates.
Saksi mata, Suji (60) warga Gebangan, Clawer, Pengasih menuturkan, peristiwa memilukan yang menimpa rekannya terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu, korban bersama dirinya baru pulang dari pasar belanja pisang.
"Korban berboncengan dengan saya menggunakan sepeda. Karena palang pintu turun ada kereta lewat saya berhenti. Korban turun tapi saya tidak tahu kalau terus jalan lewat pinggir palang pintu," ungkap Suji menjelaskan kepada wartawan Senin (19/11/2012).
Setelah kereta lewat, kata dia, dirinya melanjutkan melewati rel. Namun, dirinya kembali balik arah setelah diteriaki, ternyata Jemiyem tersambar kereta. "Saya kembali. Si Mbah (Jemiyem) sudah tergelak tidak bernyawa," tandasnya.
Penjaga palang pintu, Senu (52) mengatakan, saat kejadian ada dua kereta yang lewat di perlintasan itu. Argolawu melaju dari timur sedangkan kereta barang yang mengangkut BBM Pertamina dari barat.
"Keretanya memang crash. Jadi kemungkinan setelah Argolawu lewat, korban tidak melihat kereta barang yang lewat hampir bersamaan. Kalau palang pintu sudah ditutup," terangnya.
Kapolsek Wates, Kompol Kodrat mengatakan peristiwa itu murni kecelakaan. Korban akan diserahkan kepada keluarga setelah diautopsi di RSUD Wates. "Murni kecelakaan," ucapnya.
Saksi mata, Suji (60) warga Gebangan, Clawer, Pengasih menuturkan, peristiwa memilukan yang menimpa rekannya terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Saat itu, korban bersama dirinya baru pulang dari pasar belanja pisang.
"Korban berboncengan dengan saya menggunakan sepeda. Karena palang pintu turun ada kereta lewat saya berhenti. Korban turun tapi saya tidak tahu kalau terus jalan lewat pinggir palang pintu," ungkap Suji menjelaskan kepada wartawan Senin (19/11/2012).
Setelah kereta lewat, kata dia, dirinya melanjutkan melewati rel. Namun, dirinya kembali balik arah setelah diteriaki, ternyata Jemiyem tersambar kereta. "Saya kembali. Si Mbah (Jemiyem) sudah tergelak tidak bernyawa," tandasnya.
Penjaga palang pintu, Senu (52) mengatakan, saat kejadian ada dua kereta yang lewat di perlintasan itu. Argolawu melaju dari timur sedangkan kereta barang yang mengangkut BBM Pertamina dari barat.
"Keretanya memang crash. Jadi kemungkinan setelah Argolawu lewat, korban tidak melihat kereta barang yang lewat hampir bersamaan. Kalau palang pintu sudah ditutup," terangnya.
Kapolsek Wates, Kompol Kodrat mengatakan peristiwa itu murni kecelakaan. Korban akan diserahkan kepada keluarga setelah diautopsi di RSUD Wates. "Murni kecelakaan," ucapnya.
(azh)