Kepala penuh logam, Dwi dirujuk ke RSSA Malang
Senin, 19 November 2012 - 11:04 WIB
Kepala penuh logam, Dwi dirujuk ke RSSA Malang
A
A
A
Sindonews.com - Pasien asal Rumah Sakit Mardi Waluyo, Blitar, Jawa Timur (Jatim), yang kepalanya banyak logamnya akhirnya dirujuk ke RSSA Malang, pagi tadi. Pasien bernama Dwi Priyo Santoso (25) itu langsung diarahkan ke Poli THT yang berada di lantai dua.
Setelah mendaftar, Dwi kemudian diperiksa oleh dokter Dyah Indrasworo. Beberapa kali dokter menanyakan kepada ibu pasien kenapa bisa ada logam di kepalanya.
Dari hasil foto rontgen, kata Dyah, logam-logam itu diduga susuk yang dipasang pasien untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, katanya, pasien bernama Dwi ini merupakan pasien RSSA Malang dan terakhir kontrol pada 2011 lalu.
"Dia sudah lama tidak kontrol," kata dr. Dyah, usai melihat foto rontgen pasien, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, Dwi didiagnosa penyakit tumor hidung sehingga matanya yang sedikit menjorok ke depan itu juga disebabkan tekanan dari tumor. Untuk itu, pihaknya akan melihat lagi apakah tumor tersebut bisa dioperasi atau tidak. "Sambil menunggu operasi, pasien bisa rawat jalan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sejak 2007 lalu, Dwi sering mengalami mimisan. Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar dan dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar x-ray, baru diketahui bahwa di dalam kepalanya ditemukan benda yang menyerupai logam di pipi dan rahang, dan dahi.
Setelah mendaftar, Dwi kemudian diperiksa oleh dokter Dyah Indrasworo. Beberapa kali dokter menanyakan kepada ibu pasien kenapa bisa ada logam di kepalanya.
Dari hasil foto rontgen, kata Dyah, logam-logam itu diduga susuk yang dipasang pasien untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, katanya, pasien bernama Dwi ini merupakan pasien RSSA Malang dan terakhir kontrol pada 2011 lalu.
"Dia sudah lama tidak kontrol," kata dr. Dyah, usai melihat foto rontgen pasien, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, Dwi didiagnosa penyakit tumor hidung sehingga matanya yang sedikit menjorok ke depan itu juga disebabkan tekanan dari tumor. Untuk itu, pihaknya akan melihat lagi apakah tumor tersebut bisa dioperasi atau tidak. "Sambil menunggu operasi, pasien bisa rawat jalan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sejak 2007 lalu, Dwi sering mengalami mimisan. Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar dan dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar x-ray, baru diketahui bahwa di dalam kepalanya ditemukan benda yang menyerupai logam di pipi dan rahang, dan dahi.
(azh)