Mahasiswa hadang rencana eksekusi Kantor HMI
Senin, 19 November 2012 - 10:55 WIB
Mahasiswa hadang rencana eksekusi Kantor HMI
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pengadilan Negeri (PN) Malang untuk mengeksekusi bangunan yang terdapat kantor Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat perlawanan.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Malang menghadang laju petugas gabungan dengan membakar ban bekas di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Jawa Timur.
Petugas kepolisian yang bermaksud memadamkan api dihalangi massa sehingga kericuhan tak bisa dihindari.
Meski demikian, situasi kembali tenang dan tidak sampai terjadi bentrokan antara massa dan polisi. Sampai saat ini, massa HMI masih bertahan di depan kantornya dan menghadang petugas PN yang akan melakukan eksekusi.
Menurut Awing, salah satu koordinator aksi, pihaknya hanya mempertahankan haknya karena kantor HMI yang berada di lantai II berbeda dengan bangunan yang di bawah. Sebab, nomor bangunan juga berbeda.
"Kantor HMI nomornya 101, sedangkan bangunan di bawahnya nomor 99," kata Awing, di sela-sela aksi, Senin (19/11/2012).
Hingga saat ini, massa yang berada di jalan ini tetap bertahan dan sedikit menepi untuk memberi kesempatan bagi pengendara roda dua yang ingin melintas. Sementara, massa perempuan bertahan di dalam kantor HMI yang berada di lantai dua.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Malang menghadang laju petugas gabungan dengan membakar ban bekas di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Jawa Timur.
Petugas kepolisian yang bermaksud memadamkan api dihalangi massa sehingga kericuhan tak bisa dihindari.
Meski demikian, situasi kembali tenang dan tidak sampai terjadi bentrokan antara massa dan polisi. Sampai saat ini, massa HMI masih bertahan di depan kantornya dan menghadang petugas PN yang akan melakukan eksekusi.
Menurut Awing, salah satu koordinator aksi, pihaknya hanya mempertahankan haknya karena kantor HMI yang berada di lantai II berbeda dengan bangunan yang di bawah. Sebab, nomor bangunan juga berbeda.
"Kantor HMI nomornya 101, sedangkan bangunan di bawahnya nomor 99," kata Awing, di sela-sela aksi, Senin (19/11/2012).
Hingga saat ini, massa yang berada di jalan ini tetap bertahan dan sedikit menepi untuk memberi kesempatan bagi pengendara roda dua yang ingin melintas. Sementara, massa perempuan bertahan di dalam kantor HMI yang berada di lantai dua.
(ysw)