Pohon Pisang unik, keluarkan tandan ganda
Senin, 19 November 2012 - 09:07 WIB
Pohon Pisang unik, keluarkan tandan ganda
A
A
A
Sindonews.com - Lazimnya pohon pisang hanya mengeluarkan satu jantung (kembang) pisang, namun tidak demikian dengan pisang di SUmba Timur, NTT yang menghasilkan beberapa tandan dari satu batang pisang.
Ditemui di kediamannya, dibilangan kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nurdin Sukarman (39) dengan lugas menceritakan dan menunjukan pisang unik miliknya yang tumbuh subur dipekarangan samping rumahnya.
”Ini bukan baru pertama kali begini, dari satu pohon keluar jantung pisang lebih dari satu. Pernah malah dari satu pohon menghasilkan enam tandan. Saya rasa unik jadi sering saya abadikan dengan kamera handphone saya,” jelas pria yang berprofesi sebagai pedagang kelontong itu di rumahnya, Senin (19/11/2012) pagi.
Karena unik, dan terus mendapat perhatian juga tanya warga sekitar, Nurdin memperlakukan perawatan ekstra pada rumpun –rumpun pisangnya. Apalagi kini sebagian dari pisang uniknya telah mulai matang dan siap dipanen.
“Saya kalau panen saya ajak tetangga untuk tutut mencicipi. Saya juga kasih anakan pisang gratis pada kawan–kawan yang minta,” lanjut Nurdin.
Mengenai keunikan pisang ini, diakui nuridn terjadi sejak setahun yang lalu. Hanya belum sempat terekspos media saja dan baru sebatas informasi dari mulut kemulut.
Ditemui di kediamannya, dibilangan kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nurdin Sukarman (39) dengan lugas menceritakan dan menunjukan pisang unik miliknya yang tumbuh subur dipekarangan samping rumahnya.
”Ini bukan baru pertama kali begini, dari satu pohon keluar jantung pisang lebih dari satu. Pernah malah dari satu pohon menghasilkan enam tandan. Saya rasa unik jadi sering saya abadikan dengan kamera handphone saya,” jelas pria yang berprofesi sebagai pedagang kelontong itu di rumahnya, Senin (19/11/2012) pagi.
Karena unik, dan terus mendapat perhatian juga tanya warga sekitar, Nurdin memperlakukan perawatan ekstra pada rumpun –rumpun pisangnya. Apalagi kini sebagian dari pisang uniknya telah mulai matang dan siap dipanen.
“Saya kalau panen saya ajak tetangga untuk tutut mencicipi. Saya juga kasih anakan pisang gratis pada kawan–kawan yang minta,” lanjut Nurdin.
Mengenai keunikan pisang ini, diakui nuridn terjadi sejak setahun yang lalu. Hanya belum sempat terekspos media saja dan baru sebatas informasi dari mulut kemulut.
(ysw)