Berbelit, dana Jampersal kurang terserap
Senin, 19 November 2012 - 08:56 WIB
Berbelit, dana Jampersal kurang terserap
A
A
A
Sindonews.com - Rumitnya pengajuan dana program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis bagi warga miskin di Timor Tengah utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata membuat dana program tersebut kurang terserap maksimal.
Dinas Kesehatan Kabupaten TTU mengakui pencairan Program Jampersal berbelit-belit. Namun Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara David Amleni juga menyalahkan pemerintah pusat atas buruknya penyerapan program ini.
Tahun ini, dana Jampersal disiapkan, Rp1,1 miliar namun penyerapannya hingga Oktober 2012 baru Rp476 juta. "Dana masuk terlambat, jadi dana dari Depkes masuk itu sekira Mei, sehingga Juni baru bisa di klaim. Tapi mereka di lapangan sebenarnya sudah bekerja dari Januari.”Jelas David Amleni di Kefamenanu, NTT, Senin, (19/11/2012).
Ia menjelaskan, menjelang akhir tahun 2012 ini, baru 40 persen dana Jampersal yang terpakai. Ini berarti baru sekitar Rp476 juta dari total Rp1 miliar lebih anggaran program itu.
Dinas Kesehatan Kabupaten TTU mengakui pencairan Program Jampersal berbelit-belit. Namun Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara David Amleni juga menyalahkan pemerintah pusat atas buruknya penyerapan program ini.
Tahun ini, dana Jampersal disiapkan, Rp1,1 miliar namun penyerapannya hingga Oktober 2012 baru Rp476 juta. "Dana masuk terlambat, jadi dana dari Depkes masuk itu sekira Mei, sehingga Juni baru bisa di klaim. Tapi mereka di lapangan sebenarnya sudah bekerja dari Januari.”Jelas David Amleni di Kefamenanu, NTT, Senin, (19/11/2012).
Ia menjelaskan, menjelang akhir tahun 2012 ini, baru 40 persen dana Jampersal yang terpakai. Ini berarti baru sekitar Rp476 juta dari total Rp1 miliar lebih anggaran program itu.
(ysw)