Katulampa kembali normal, warga diminta tetap siaga
Senin, 19 November 2012 - 07:58 WIB
Katulampa kembali normal, warga diminta tetap siaga
A
A
A
Sindonews.com - Ketinggiaan air di bendung Katulampa Bogor pada pagi ini kembali ke angka normal, yaitu 30 centimeter. Sebelumya, ketinggian air di bendung yang menjadi barometer banjir di Jakarta ini, sempat mencapai titik siaga tiga atau 100 centimeter.
Penjaga Bendung Katulampa Bogor, Andi Sudirman mengatakan, kondisi normal saat ini bisa saja naik kembali jika cuaca di Puncak, Bogor, dan sekitarnya kembali hujan. Menurut Andi, jika terjadi hujan lagi diatas dua jam maka ketinggian air akan kembali naik dengan cepat.
"Kondisi cuaca saat ini berawan," kata Andi, kepada wartawan, di Bogor, Senin (19/11/2012).
Andi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi pada Januari dan Februari.
"Untuk mengatasi hal itu. Saya siap 24 jam," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya mengeluhkan jaringan internet yang digunakannya selalu terganggu. Hal ini membuat dia tidak bisa segera memperbaharui kondisi terbaru dan menghambat masyarakat yang akan mengakses ketinggian air tersebut.
Penjaga Bendung Katulampa Bogor, Andi Sudirman mengatakan, kondisi normal saat ini bisa saja naik kembali jika cuaca di Puncak, Bogor, dan sekitarnya kembali hujan. Menurut Andi, jika terjadi hujan lagi diatas dua jam maka ketinggian air akan kembali naik dengan cepat.
"Kondisi cuaca saat ini berawan," kata Andi, kepada wartawan, di Bogor, Senin (19/11/2012).
Andi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi pada Januari dan Februari.
"Untuk mengatasi hal itu. Saya siap 24 jam," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya mengeluhkan jaringan internet yang digunakannya selalu terganggu. Hal ini membuat dia tidak bisa segera memperbaharui kondisi terbaru dan menghambat masyarakat yang akan mengakses ketinggian air tersebut.
(maf)