Gagal Nyabup, Subani gelapkan motor kreditan
Jum'at, 16 November 2012 - 21:20 WIB
Gagal Nyabup, Subani gelapkan motor kreditan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah gagal maju sebagai Calon Bupati Tulungagung dari jalur independen, Subani (53) dilaporkan ke polisi oleh mantan tim suksesnya karena menggelapkan motor kreditan.
Kepada petugas kepolisian, Masqiatul Choir (52) warga Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru mengaku telah dikibuli.
“Motor saya digadaikan Subani sebesar Rp3 juta kepada orang lain," tutur Choir kepada petugas Polsek Kedungwaru, Jumat (16/11/2012).
Motor bebek Suzuki Revo nopol AG 6764 OF itu dibawa Subani, saat Choir sedang menunaikan ziarah Wali Songo. Kepada rekan sesama tim sukses, Subani mengatakan hanya meminjam sementara waktu.
Namun belakangan diketahui kendaraan berpindah tangan ke orang lain. Choir jelas pusing karena motor tersebut adalah motor kreditan miliknya.
Ia juga merasa dipermainkan dengan menjadi bagian tim sukses Subani karena telah kehilangan mata pencaharian. Sebelumnya ia bekerja sebagai juru masak di sebuah hotel di Tulungagung. Subani rela melepas pekerjaannya karena diiming-iming akan diberi mobil.
Namun belakangan, verifikasi KPU menggagalkan cita-cita Subani. Syarat minimal foto copy KTP calon independen tidak terpenuhi.
“Saya melapor ke kepolisian untuk meminta keadilan,“ tegas janda dua anak itu.
Kepala Unit Reskrim Polsek Kedungwaru Ajun Inspektur Satu Medianto membenarkan laporan tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan saksi,“ ujarnya di Mapolsek Kedungwaru.
Kepada petugas kepolisian, Masqiatul Choir (52) warga Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru mengaku telah dikibuli.
“Motor saya digadaikan Subani sebesar Rp3 juta kepada orang lain," tutur Choir kepada petugas Polsek Kedungwaru, Jumat (16/11/2012).
Motor bebek Suzuki Revo nopol AG 6764 OF itu dibawa Subani, saat Choir sedang menunaikan ziarah Wali Songo. Kepada rekan sesama tim sukses, Subani mengatakan hanya meminjam sementara waktu.
Namun belakangan diketahui kendaraan berpindah tangan ke orang lain. Choir jelas pusing karena motor tersebut adalah motor kreditan miliknya.
Ia juga merasa dipermainkan dengan menjadi bagian tim sukses Subani karena telah kehilangan mata pencaharian. Sebelumnya ia bekerja sebagai juru masak di sebuah hotel di Tulungagung. Subani rela melepas pekerjaannya karena diiming-iming akan diberi mobil.
Namun belakangan, verifikasi KPU menggagalkan cita-cita Subani. Syarat minimal foto copy KTP calon independen tidak terpenuhi.
“Saya melapor ke kepolisian untuk meminta keadilan,“ tegas janda dua anak itu.
Kepala Unit Reskrim Polsek Kedungwaru Ajun Inspektur Satu Medianto membenarkan laporan tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan saksi,“ ujarnya di Mapolsek Kedungwaru.
(ysw)