Tas diduga bom hanya baju bayi
Jum'at, 16 November 2012 - 20:26 WIB
Tas diduga bom hanya baju bayi
A
A
A
Sindonews.com - Tim Gegana selesai mendeteksi dua buah tas ransel pelajar di Jembatan Jalan Juanda, Kelurahan Kemirimuka, Beji, Depok. Hasilnya, tak ada bom yang ditemukan, hanya pakaian bayi dan tumpukan kain.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni. Dia menduga tas tersebut milik seseorang yang tak sengaja tertinggal.
"Betul kain. Artinya ada tas orang jatuh di jalan mungkin," ungkap Kaharni melalui sambungan telepon, Jumat (16/11/12).
Namun, penemuan tas tersebut sempat membuat heboh masyarakat. Berita terkait isu bom tersebut juga membuat kemacetan panjang di Jalan Juanda yang sempat ditutup sementara. Kemacetan terjadi hingga Jalan Margonda, Depok.
Menurut Kasat Lantas Polres Depok Kompol Kristanto, arus lalu lintas dialihkan dari arah timur, yakni dari Tol Cijago atau Simpangan Gas Alam munuju Juanda dialihkan ke arah Jalan Raya Bogor maupun ke arah Kelapa Dua.
Sementara yang dari arah barat (Margonda) dialihkan menuju Kelapa Dua maupun Simpangan Depok. "Sekarang arus lalu lintas sudah dinormalkan, iya hanya tumpukan kain," tandas Kristanto.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni. Dia menduga tas tersebut milik seseorang yang tak sengaja tertinggal.
"Betul kain. Artinya ada tas orang jatuh di jalan mungkin," ungkap Kaharni melalui sambungan telepon, Jumat (16/11/12).
Namun, penemuan tas tersebut sempat membuat heboh masyarakat. Berita terkait isu bom tersebut juga membuat kemacetan panjang di Jalan Juanda yang sempat ditutup sementara. Kemacetan terjadi hingga Jalan Margonda, Depok.
Menurut Kasat Lantas Polres Depok Kompol Kristanto, arus lalu lintas dialihkan dari arah timur, yakni dari Tol Cijago atau Simpangan Gas Alam munuju Juanda dialihkan ke arah Jalan Raya Bogor maupun ke arah Kelapa Dua.
Sementara yang dari arah barat (Margonda) dialihkan menuju Kelapa Dua maupun Simpangan Depok. "Sekarang arus lalu lintas sudah dinormalkan, iya hanya tumpukan kain," tandas Kristanto.
(rsa)