Kekerasan terhadap Jurnalis di Riau makin buruk

Jum'at, 16 November 2012 - 20:13 WIB
Kekerasan terhadap Jurnalis...
Kekerasan terhadap Jurnalis di Riau makin buruk
A A A
Sindonews.com - Tindak kekerasan yang dilakukan empat Orang Tak Dikenal (OTK) dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan pakaian sipil terhadap wartawan Riau TV Robianto dinilai sebagai tindakan represi terhadap jurnalis yang semakin memburuk.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tidak Kekerasan (Kontras) menilai tindakan pemukulan yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap korban, tidak terlepas dari gambar yang diabadikan oleh korban atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Letkol Robert Simanjuntak terhadap wartawan Didik pada tanggal 16 Oktober 2012 lalu saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU.

"Kami berpendapat pemukulan tersebut merupakan bentuk tindakan kekerasan dan sekaligus teror. Hal ini bisa terus terjadi karena tidak ada penegakan hukum yang efektif ditegakkan dalam berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya," sesal Koordinator Kontras Haris Azhar dalam rilisnya, Jumat (16/11/2012).

Maka itu, Kontras meminta Polisi melalui Kepolisian Daerah Riau untuk berani menegakkan hukum terhadap kasus penganiayaan ini dan segera menindaklanjuti laporan korban ke Polsek Bukit Raya, Riau.

"Kepolisian juga harus mengambil alih proses hukum penganiayaan dan perampasan harta benda milik jurnalis yang terjadi pada 16 Oktober 2012 di Riau," tandasnya.

Informasi yang diterima Kontras pada Rabu 14 November 2012 sekira pukul 20.00 WIB kemarin, korban mendapat aksi kekerasan saat tiba di kediamannya di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Riau.

Saat itu korban baru saja pulang kerja. Tiba-tiba dihampiri oleh empat orang tak dikenal yang turun dari sepeda motor.

Tanpa berkata apa-apa, keempat orang pelaku langsung memukuli dan menendang korban, hingga mengakibatkan luka pada bagian perut, dada dan punggung.

Setelah melakukan pemukulan terhadap korban, salah seorang pelaku sempat mengatakan, "Kau sudah tahu orang sudah kemalangan, kau ambil juga gambarnya."

"Jadi, sebelum aksi pemukulan terhadap korban, korban sering mendapatkan ancaman dan teror yang menyebabkan korban harus pindah dari kediamannya," kata Haris.
(rsa)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
21 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
31 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
43 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved