Ditabrak kereta, ABG terpental 20 meter
Rabu, 14 November 2012 - 17:31 WIB
Ditabrak kereta, ABG terpental 20 meter
A
A
A
Sindonews.com - Kendati sempat terpental sejauh 20 meter, Sasa Nafisah (13) lolos dari maut usai dihajar kereta api Tawang Alun tujuan Banyuwangi.
Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kelurahan Blandongan Kecamatan Bugulkidul Kota Pasuruan nyaris merenggut nyawa siswi SMP. Dua orang siswi SMPN 5 Kota Pasuruan lolos dari maut ketika KA Tawang Alun tujuan Banyuwangi menyerempetnya.
Seorang siswi, Sasa Nafisah (13) terpental sekitar 20 meter dari tempat kejadian. Siswa kelas 1 ini mengalami patah tulang tangan dan kaki serta bagian wajahnya memar. Seorang siswa lainnya, Afidah (13) yang berada dibelakang Sasa hanya mengalami shock melihat rekannya tersambar KA.
Menurut keterangan warga sekitar, kedua bocah ini berjalan beriringan menuntun sepeda anginnya ketika akan menyeberang perlintasan KA. Namun keduanya tidak menyangka, pada saat bersamaan tengah melintas KA dari Malang menuju Banyuwangi.
"Suara kereta dan bel yang dibunyikan masinis rupanya tidak terdengar. Mereka tetap saja akan menyeberang," kata Wandi, warga setempat, Rabu (14/11/2012).
Nahasnya, KA yang dikemudikan masinis Dwi terus melaju dan menyerempet korban yang berjalan paling depan. Akibat benturan yang keras, korban terpental hingga sejauh 20 meter.
Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kelurahan Blandongan Kecamatan Bugulkidul Kota Pasuruan nyaris merenggut nyawa siswi SMP. Dua orang siswi SMPN 5 Kota Pasuruan lolos dari maut ketika KA Tawang Alun tujuan Banyuwangi menyerempetnya.
Seorang siswi, Sasa Nafisah (13) terpental sekitar 20 meter dari tempat kejadian. Siswa kelas 1 ini mengalami patah tulang tangan dan kaki serta bagian wajahnya memar. Seorang siswa lainnya, Afidah (13) yang berada dibelakang Sasa hanya mengalami shock melihat rekannya tersambar KA.
Menurut keterangan warga sekitar, kedua bocah ini berjalan beriringan menuntun sepeda anginnya ketika akan menyeberang perlintasan KA. Namun keduanya tidak menyangka, pada saat bersamaan tengah melintas KA dari Malang menuju Banyuwangi.
"Suara kereta dan bel yang dibunyikan masinis rupanya tidak terdengar. Mereka tetap saja akan menyeberang," kata Wandi, warga setempat, Rabu (14/11/2012).
Nahasnya, KA yang dikemudikan masinis Dwi terus melaju dan menyerempet korban yang berjalan paling depan. Akibat benturan yang keras, korban terpental hingga sejauh 20 meter.
(ysw)