Anak ke sekolah, orang tua cemas

Rabu, 14 November 2012 - 14:53 WIB
Anak ke sekolah, orang...
Anak ke sekolah, orang tua cemas
A A A
Sindonews.com - Semangat siswa SD di Kampung Lambung Bukit, Kecamatan Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat patut ditiru. Kendati harus menyeberangi sungai deras selebar 61 meter, mereka tetap antusias bersekolah.

Mereka terpaksa menyeberangai Sungai Batang Surantiah karena jalur ini satu-satunya jalan terdekat ke sekolah mereka yang berjarak sekira 5 kilometer. Namun jika sampai di sekolah hujan turun deras, mereka terpaksa menginap di rumah warga seberang sungai.

Kondisi ini jelas membuat sejumlah orang tua khawatir. Makanya mereka berharap pemerintah membuat jembatan agar anak-anak mereka dapat melintas dengan aman.

Warda (12) murid kelas VI SDN 10 Kayugadang harus menyiapkan baju salin setiap berangkat sekolah. warda dan teman-temannya juga harus melawan derasnya arus Sungai Batang Surantiah yang lebarnya mencapai 65 meter dan sedalam satu meter.

Setiap hari melewati sungai yang airnya terlihat keruh, sudah biasa bagi mereka. Gatal-gatal dan penyakit kulit merupakan harga yang harus dibayar demi mengenyam pendidikan.

Sementara itu, Misdawati (45) orang tua Warda mengaku cemas setiap kali melepas anaknya bersekolah. Terkadang jika air sungai meninggi, orang tua mengantar mereka hingga ke pinggir sungai.

Namun jika setiba di sekolah lokasi tersebut diguyur hujan, maka tak jaran mereka tinggal dan menumpang dengan warga seberang, Kampung Kayu Gadang.

Di SDN 10 Surantiah ini, 45 persen muridnya merupakan warga Kampung Lambung Bukit, tak jarang jika hujan mereka sering terlambat ke sekolah.
Guru SDN 10, Rosmita mengaku, prihatin dengan kondisi siswa yang berasal dari Kampung Lambung Bukit. Setiap hari mereka harus melintasi sungai yang cukup deras.

"Kalau hujan deras, saya tidak kasih anak-anak pulang ke rumah karena berbahaya. Mereka saya suruh menginap saja di rumah saya atau guru yang lain," katanya.

Rosmita sendiri berharap pemerintah segera membuat jembatan untuk memudahkan siswa bersekolah. "Selama ini tidak ada jalur penghubung, kalau jembatan dibangun pasti sangat dirasakan warga," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Bangunan Sekolah SMP...
Bangunan Sekolah SMP Negeri 2 Palu Ambruk Akibat Banjir
Rawan Roboh, Plafon...
Rawan Roboh, Plafon Ruang Kelas SDN Talunkidul Disangga Bambu
Sekolah Rusak di Pelosok...
Sekolah Rusak di Pelosok Negeri
Miris! Tidak Ada Anggaran,...
Miris! Tidak Ada Anggaran, SD Negeri di Serang Ini Dibiarkan Rusak Sejak 2012
Tiga Ruang Kelas dan...
Tiga Ruang Kelas dan Perpustakaan di SDN 2 Paeidean Rusak
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
30 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved