Warga Depok kesulitan air bersih
Rabu, 14 November 2012 - 10:58 WIB
Warga Depok kesulitan air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga di Perumahan Bukit Cengkeh, Kampung Palsi Gunung, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, sibuk membersihkan rumah mereka dari puing-puing dan lumpur pascajebolnya tanggul Kali Laya yang membanjiri rumah mereka kemarin.
Saat ini sejumlah warga juga masih bahu-membahu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dan relawan untuk membendung jebolnya tanggul tersebut.
Koordinator Pengendalian Taruna Siaga Bencana Pemkot Depok Ramdmoni mengatakan, saat ini aktifitas warga sudah mulai normal meski masih khawatir jika terjadinya hujan. Namun, saat ini yang dibutuhkan warga yakni fasilitas air bersih.
"Warga mulai kekurangan air bersih, banyak sumur warga tercemar. Airnya keruh," katanya di dapur umum dan lokasi pengungsian, Depok, Rabu (14/11/2012).
Dia mengatakan, logistik stok makanan cukup untuk tiga hari kedepan. Setiap pagi siang dan malam, dapur umum menyiapkan 400 nasi bungkus untuk warga korban banjir dan para relawan.
"Semalam sudah kita siapkan mie instan, kopi, kalau stok untuk hari ini cukup. Masak untuk 400, 110 warga korban banjir, sisanya, TNI Polri, dan relawan," ungkapnya.
Saat ini, lanjut pria yang disapa Doni, pihaknya masih kekurangan bantuan lauk. Warga juga sudah diberikan pakaian layak pakai.
"Semalam sudah didistribusikan matras dan selimut, popok, perlak, sabun, kondisi banjir dibantu kodim, satgas banjir, direncanakan sore ini bisa dibendung," ungkapnya.
Warga rata-rata enggan mengungsi di lokasi pengungsian dan masih bertahan di rumah mereka. Namun tim relawan tetap memberikan matras dan selimut untuk digunakan di rumah korban banjir.
Saat ini sejumlah warga juga masih bahu-membahu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) dan relawan untuk membendung jebolnya tanggul tersebut.
Koordinator Pengendalian Taruna Siaga Bencana Pemkot Depok Ramdmoni mengatakan, saat ini aktifitas warga sudah mulai normal meski masih khawatir jika terjadinya hujan. Namun, saat ini yang dibutuhkan warga yakni fasilitas air bersih.
"Warga mulai kekurangan air bersih, banyak sumur warga tercemar. Airnya keruh," katanya di dapur umum dan lokasi pengungsian, Depok, Rabu (14/11/2012).
Dia mengatakan, logistik stok makanan cukup untuk tiga hari kedepan. Setiap pagi siang dan malam, dapur umum menyiapkan 400 nasi bungkus untuk warga korban banjir dan para relawan.
"Semalam sudah kita siapkan mie instan, kopi, kalau stok untuk hari ini cukup. Masak untuk 400, 110 warga korban banjir, sisanya, TNI Polri, dan relawan," ungkapnya.
Saat ini, lanjut pria yang disapa Doni, pihaknya masih kekurangan bantuan lauk. Warga juga sudah diberikan pakaian layak pakai.
"Semalam sudah didistribusikan matras dan selimut, popok, perlak, sabun, kondisi banjir dibantu kodim, satgas banjir, direncanakan sore ini bisa dibendung," ungkapnya.
Warga rata-rata enggan mengungsi di lokasi pengungsian dan masih bertahan di rumah mereka. Namun tim relawan tetap memberikan matras dan selimut untuk digunakan di rumah korban banjir.
(mhd)