Kulonprogo baru peringati Hari Anak Nasional
Rabu, 14 November 2012 - 10:56 WIB
Kulonprogo baru peringati Hari Anak Nasional
A
A
A
Sindonews.com - Hari anak biasanya diperingati pada Bulan Januari, tapi di Kulonprogo hari anak nasional yang dikomando Kementerian Agama setempat diperingati hari ini, Rabu (14/11/2012) di Gedung Kesenian, Wates.
Ketua Panitia, M Mustolih mengatakan, hari anak sejatinya diperingati 23 Juli. Hanya saja, Kulonprogo baru memperingatinya hari ini karena agenda di Bulan Juli cukup padat. Apalagi, saat itu, bertepatan dengan bulan puasa.
"Memang seharusnya hari anak diperingati Juli lalu, tapi kegiatan kita pada bulan itu cukup padat. Ditambah lagi, Juli kan berbarengan dengan puasa Ramadhan. Jadi kita baru memperingatinya hari ini," kata Mustolih di Gedung Kesenian Wates, Rabu (14/11/2012).
Menurutnya, peringatan hari anak yang mundur jauh dari seharusnya tidak menjadi masalah. Yang terpenting, esensi peringatan membuat kota semakin layak anak dapat tercapai. "Jadi tidak masalah," katanya.
Dia mengatakan, peringatan diikuti 455 siswa. Terdiri dari 50 dari Raudhatul Atfal (RA), 50 dari Madrasah Ibtidaiyah, MTs 50, serta Taman Kanak-kanak 305 siswa.
"Acara diisi berbagai pentas seni. Mulai tari anak soleh, hadrah, organ tunggal, demonstrasi hafalan juz amma, tari golo-golo, dan sehat senam ceria. Kemudian tari jaranan, tari kelinci, angguk, dongeng anak. Ditutup dengan pengukuhan bunda PAUD," jelasnya.
Ketua Panitia, M Mustolih mengatakan, hari anak sejatinya diperingati 23 Juli. Hanya saja, Kulonprogo baru memperingatinya hari ini karena agenda di Bulan Juli cukup padat. Apalagi, saat itu, bertepatan dengan bulan puasa.
"Memang seharusnya hari anak diperingati Juli lalu, tapi kegiatan kita pada bulan itu cukup padat. Ditambah lagi, Juli kan berbarengan dengan puasa Ramadhan. Jadi kita baru memperingatinya hari ini," kata Mustolih di Gedung Kesenian Wates, Rabu (14/11/2012).
Menurutnya, peringatan hari anak yang mundur jauh dari seharusnya tidak menjadi masalah. Yang terpenting, esensi peringatan membuat kota semakin layak anak dapat tercapai. "Jadi tidak masalah," katanya.
Dia mengatakan, peringatan diikuti 455 siswa. Terdiri dari 50 dari Raudhatul Atfal (RA), 50 dari Madrasah Ibtidaiyah, MTs 50, serta Taman Kanak-kanak 305 siswa.
"Acara diisi berbagai pentas seni. Mulai tari anak soleh, hadrah, organ tunggal, demonstrasi hafalan juz amma, tari golo-golo, dan sehat senam ceria. Kemudian tari jaranan, tari kelinci, angguk, dongeng anak. Ditutup dengan pengukuhan bunda PAUD," jelasnya.
(ysw)