Tenda pengungsian mulai dibangun di lokasi banjir
Selasa, 13 November 2012 - 15:30 WIB
Tenda pengungsian mulai dibangun di lokasi banjir
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi banjir, akibat jebolnya Tanggul Kali Laya, Palsi Gunung, Cimanggis, Depok. Sedikitnya terdapat 14 Tagana membantu warga korban banjir.
Koordinator Pengendalian Tagana Depok Ramdoni mengatakan, pihaknya siap mengevakuasi korban dan harta bendanya, jika ada banjir susulan kiriman dari Bogor. Sebab, hingga nanti sore pun tanggul masih belum bisa tertangani, dan warga korban banjir masih memerlukan bantuan.
"Warga saat ini masih bertahan di dalam rumah. Kami bantu pindahkan barang, kalau ada banjir susulan, kami siap evakuasi, siap pelampung juga," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Depok, Selasa (13/11/2012).
Pihaknya juga menyiapkan tenda peleton sebagai tempat pengungsian. Selain itu, tersedia pula dapur umum dan posko kesehatan. Dia mendorong warga untuk memberikan sumbangan pakaian sekolah untuk anak-anak korban banjir.
"Dapur umum sampai selesainya bencana. Sekarang yang paling diperlukan baju sekolah, peralatan sekolah, tenda pleton kapasitas 40 orang pertenda, diutamakan anak-anak," tandas Doni.
Salah satu korban banjir, Marminah (46), warga RT 01/02 mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, dirinya tidak tahu harus tidur dimana.
“Kasur saya sudah terbawa air dan penuh lumpur, enggak bisa dipakai. Saya dan anak-anak masih berusaha mencari barang yang masih bisa digunakan. Mungkin kami akan mengungsi sementara ke rumah saudara,” ujar Marminah.
Dia menambahkan, saat ini hal yang dibutuhkan masyarakat adalah makanan, pakaian hangat, dan tempat untuk berteduh.
“Mungkin saja air akan datang kembali pada malam nanti. Itu bisa saja terjadi. Kiriman makanan memang sudah mulai berdatangan. Meski demikian, saya meminta agar Pemkot Depok bergerak cepat dan dapat memberikan tanggapan yang dikeluhkan warga,” tuturnya.
Koordinator Pengendalian Tagana Depok Ramdoni mengatakan, pihaknya siap mengevakuasi korban dan harta bendanya, jika ada banjir susulan kiriman dari Bogor. Sebab, hingga nanti sore pun tanggul masih belum bisa tertangani, dan warga korban banjir masih memerlukan bantuan.
"Warga saat ini masih bertahan di dalam rumah. Kami bantu pindahkan barang, kalau ada banjir susulan, kami siap evakuasi, siap pelampung juga," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Depok, Selasa (13/11/2012).
Pihaknya juga menyiapkan tenda peleton sebagai tempat pengungsian. Selain itu, tersedia pula dapur umum dan posko kesehatan. Dia mendorong warga untuk memberikan sumbangan pakaian sekolah untuk anak-anak korban banjir.
"Dapur umum sampai selesainya bencana. Sekarang yang paling diperlukan baju sekolah, peralatan sekolah, tenda pleton kapasitas 40 orang pertenda, diutamakan anak-anak," tandas Doni.
Salah satu korban banjir, Marminah (46), warga RT 01/02 mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, dirinya tidak tahu harus tidur dimana.
“Kasur saya sudah terbawa air dan penuh lumpur, enggak bisa dipakai. Saya dan anak-anak masih berusaha mencari barang yang masih bisa digunakan. Mungkin kami akan mengungsi sementara ke rumah saudara,” ujar Marminah.
Dia menambahkan, saat ini hal yang dibutuhkan masyarakat adalah makanan, pakaian hangat, dan tempat untuk berteduh.
“Mungkin saja air akan datang kembali pada malam nanti. Itu bisa saja terjadi. Kiriman makanan memang sudah mulai berdatangan. Meski demikian, saya meminta agar Pemkot Depok bergerak cepat dan dapat memberikan tanggapan yang dikeluhkan warga,” tuturnya.
(san)