Peserta KBN diajak buat masakan khas Mandar
Selasa, 13 November 2012 - 11:33 WIB
Peserta KBN diajak buat masakan khas Mandar
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen pramuka perwakilan 33 provinsi pada Kemah Budaya Nasional (KBN) ke III belajar membuat makanan tradisional ala Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Hari kedua KBN, para peserta masing-masing perwakilan provinsi diikutkan dalam lomba masak tradisional Mandar. Ada dua jenis makanan khas tradisional yakni makanan tradisionall pisang kelapa (loka anjoro) dan tumis penja.
"Dua jenis makanan tradisional ini mereka buat dalam waktu satu jam. Karena memang proses masaknya tidak terlalu rumit," ujar Koordinator lomba masak KBN, Hartini, kepada SINDO di arena Perkemahan Pusdiklat HM Masdar Pasmar, Polman, Selasa (13/11/2012).
Dikatakan Hartini, dua jenis masakan tradisional tersebut diperkenalkan dan diperlombakan karena bahan bakunya terdapat di seluruh Indonesia.
Selain itu, agar peserta KBN dari seluruh daerah mengenal makanan tradisonal daerah Mandar.
Diharapkan dengan lomba masak tersebut, peserta tidak hanya mengenal makanan khas tradisonal Mandar (Sulbar), tapi juga seluruh Indonesia mengetahui makanan-makanan khas yang ada di Sulbar.
Lomba masak tersebut, kata Hartini juga tidak hanya untuk lomba saja, tapi juga mengajari anak-anak sejak dini untuk mandiri dalam membuat masakan.
Hari kedua KBN, para peserta masing-masing perwakilan provinsi diikutkan dalam lomba masak tradisional Mandar. Ada dua jenis makanan khas tradisional yakni makanan tradisionall pisang kelapa (loka anjoro) dan tumis penja.
"Dua jenis makanan tradisional ini mereka buat dalam waktu satu jam. Karena memang proses masaknya tidak terlalu rumit," ujar Koordinator lomba masak KBN, Hartini, kepada SINDO di arena Perkemahan Pusdiklat HM Masdar Pasmar, Polman, Selasa (13/11/2012).
Dikatakan Hartini, dua jenis masakan tradisional tersebut diperkenalkan dan diperlombakan karena bahan bakunya terdapat di seluruh Indonesia.
Selain itu, agar peserta KBN dari seluruh daerah mengenal makanan tradisonal daerah Mandar.
Diharapkan dengan lomba masak tersebut, peserta tidak hanya mengenal makanan khas tradisonal Mandar (Sulbar), tapi juga seluruh Indonesia mengetahui makanan-makanan khas yang ada di Sulbar.
Lomba masak tersebut, kata Hartini juga tidak hanya untuk lomba saja, tapi juga mengajari anak-anak sejak dini untuk mandiri dalam membuat masakan.
(ysw)